Judol: Ancaman Tersembunyi
Tekanan ketiga datang dari maraknya praktik judi online atau judol. Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengungkapkan pada 2024, sekitar Rp960 triliun dana masyarakat tersedot ke aktivitas ini.
“Bayangkan uang sebesar itu bisa digunakan untuk memajukan ekonomi rakyat,” ungkap Maman. “Ini bukan hanya masalah kriminal, tapi sudah menjadi ancaman serius bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.”
Aliran dana ke judol mengurangi modal usaha dan menurunkan daya beli masyarakat, sehingga UMKM sulit berkembang.
Perlindungan UMKM Mendesak
UMKM selama ini menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Namun, kini mereka terjepit oleh minimarket, serbuan produk impor, dan penurunan modal akibat judol.
Kondisi ini menuntut pemerintah hadir dengan kebijakan cepat dan terukur untuk menjaga kelangsungan usaha lokal, memperkuat daya saing, dan memastikan UMKM tetap menjadi pilar ekonomi desa dan nasional.
Langkah perlindungan UMKM dianggap penting agar usaha mikro, kecil, dan menengah mampu bertahan di tengah arus tekanan pasar yang kian kompleks.***
Artikel Terkait
Hilirisasi Kelapa Bisa Raup Rp2.600 Triliun, Mentan Amran Minta UMKM Bangun Pabrik Rp30 Miliar Secara Patungan
Wali Kota Tasikmalaya Apresiasi Jayantara Priangan Timur 2025, UMKM, Digitalisasi, dan Ekonomi Syariah Bersinergi
IFG Resmi Tutup Program Kindness to Progress 2025 di Desa Ngabab, Dorong UMKM hingga Pengolahan Sampah Berkelanjutan
OJK Terbitkan POJK UMKM, Wajibkan Bank dan LKNB Dorong Pembiayaan Demi Percepatan Pemulihan Ekonomi
IM3 Perkuat Jaringan di Tasikmalaya, Sinyal Kuat dan Aman Bikin UMKM dan Warga Priangan Timur Lebih Produktif
BGN Gandeng UMKM Lokal dan Larang Produk Kemasan untuk MBG, Respons Menu Burger dan Spaghetti Disorot
Indosat dan HiFi Perkuat UMKM di Festival Kuliner Bandung 2025, Transaksi Cashless Aman hingga Ribuan Pengunjung
17,5 Juta Pekerja UMKM Telah Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan, Pemerintah Dorong Sektor UMKM Naik Kelas