“Proses pemeriksaan tetap kami lakukan secara rinci. Jika nantinya ditemukan ada pihak yang sengaja membuang atau membiarkan material kayu memasuki aliran sungai hingga menambah risiko banjir, maka tindakan hukum termasuk pidana akan segera kami terapkan,” tuturnya.
Hingga kini, Kementerian LH telah menghentikan sementara kegiatan operasi empat perusahaan di wilayah bencana untuk menjalani Audit Lingkungan.
Penghentian itu dilakukan untuk memastikan aktivitas usaha tidak memperparah kondisi hidrologi maupun keselamatan warga di kawasan hulu sungai.
Proses audit akan mencakup pemeriksaan izin, kepatuhan usaha, hingga evaluasi tata ruang. Menteri LH menegaskan bahwa seluruh proses akan dilakukan secara transparan serta melibatkan pakar independen guna memastikan hasil yang objektif.
Langkah penegakan hukum juga akan diberlakukan secara ketat jika ditemukan pelanggaran terkait Kayu Gelondongan atau pemanfaatan ruang dalam radius terdampak Banjir Sumatera.
Mengenai bentuk sanksi bagi perusahaan atau pihak yang terlibat, Hanif memastikan keputusan final akan dikeluarkan setelah seluruh kajian ilmiah dan bukti lapangan terkumpul.
Baca Juga: Red Sparks Terpuruk, Dampak Kepergian Megawati Hangestri Mengemuka di Liga Voli Korea Musim 2025
“Penanganan bencana ini harus dimulai dari fakta di lapangan dan kajian lingkungan yang akurat, kalau ada yang sengaja DAS, hukum akan bertindak tegas,” lanjutnya.
Selain penegakan hukum, pemerintah juga fokus pada pemulihan akses bagi warga terdampak Banjir Sumatera.
Penyaluran bantuan akan melibatkan Pemda, BNPB, serta masyarakat setempat agar distribusi bantuan tidak terhambat.
“Kami akan memprioritaskan pemulihan akses dasar bagi warga terdampak, mitigasi risiko jangka pendek seperti pembersihan aliran sungai dari material yang menghambat,” ucapnya.
“Kalau perencanaan pemulihan jangka menengah, akan mempertimbangkan restorasi fungsi ekosistem hulu DAS,” tukasnya.***
Artikel Terkait
Penanganan Banjir Sumatera Disoal, Anggota DPR Usman Husin Desak Menhut Raja Juli Jelaskan Izin Kehutanan
DPR Soroti Penanganan Bencana Sumatera, Metode Bantuan Udara Dipertanyakan demi Efektivitas dan Etika
JNE Buka Program Gratis Ongkir Bantuan Bencana, Ajak Publik Bergerak Bersama untuk Aceh Sumut Sumbar
BNPB Tegaskan Empati Nasional dalam Penanganan Bencana Sumatera, Gotong Royong Daerah Mengalir Deras
Yana Shcherban Comeback di Proliga 2026, Pertamina Enduro Siapkan Tandem Kejutan untuk Megawati Hangestri
Drawing Pembagian Grup Piala Dunia 2026 Resmi Dirilis, Peta Persaingan Sepakbola Dunia Mulai Terbentuk, Cek!