Kontroversi 3 Bupati Aceh Menguat, Penanganan Bencana Picu Perbedaan Sikap Wamendagri dan Gubernur Mualem

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 7 Desember 2025 | 20:44 WIB
Kontroversi 3 Bupati Aceh kembali mencuat setelah Penanganan Bencana dipersoalkan. Perbedaan Sikap Wamendagri dan Gubernur Mualem ikut mewarnai polemik.   (Instagram.com/@muzakirmanaf1964)
Kontroversi 3 Bupati Aceh kembali mencuat setelah Penanganan Bencana dipersoalkan. Perbedaan Sikap Wamendagri dan Gubernur Mualem ikut mewarnai polemik. (Instagram.com/@muzakirmanaf1964)

Gubernur Mualem Sebut Lebih Baik Mengundurkan Diri

Di sisi lain, Perbedaan Sikap sangat terlihat dari respon Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem. Dalam pernyataannya, ia menilai bahwa Kepala Daerah Aceh harus siap menghadapi krisis. Baginya, ketidaksanggupan bukan alasan yang bisa diterima.

"Kalau ada bupati yang cengeng dan menyerah menghadapi musibah ini, silakan mengundurkan diri atau turun dari jabatan," ujar Mualem di Aceh Timur, Jumat, 5 Desember 2025.

"Kita ganti dengan yang lain, yang siap bekerja untuk rakyat," tegasnya.

Baca Juga: Pemulihan Listrik Aceh Dikebut, Menteri ESDM Bahlil Pastikan Instruksi Presiden Prabowo Mulai Terpenuhi

Ia menekankan bahwa Dampak Banjir Aceh kali ini sangat besar, bahkan ia menyebut bencana tersebut sebagai tsunami jilid kedua. Menurutnya, penderitaan warga dalam banjir baru ini jauh lebih parah daripada tsunami 2004.

"Kalau tsunami 2004, air hanya datang sekitar 2 jam," ungkapnya.

"Akan tetapi, bencana banjir kali ini, air menggenangi rumah warga sampai lima hari lebih. Ini penderitaan luar biasa bagi rakyat Aceh," tambahnya.

Pernyataan Mualem mempertegas kembali Kontroversi 3 Bupati Aceh di tengah upaya panjang Penanganan Bencana.

Baca Juga: Menteri LH Soroti Kayu Gelondongan di Banjir Sumatera, Temuan Awal Berpotensi Mengarah ke Pelanggaran Serius

Mendagri Tekankan Skala Bencana

Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan pandangan berbeda. Ia menyebut bahwa kapasitas daerah dalam menangani bencana bergantung pada skala keparahan yang dialami.

"Jangan berpikir bahwa semua bencana pasti harus kepala daerahnya mandiri," ujar Tito, Selasa, 2 Desember 2025.

"Enggak begitu, ada skala-skalanya. Level bencana itu ada skala-skalanya," tambahnya.

Baca Juga: Teka-Teki Bursa Transfer Proliga 2026, Oleksandra Bytsenko Picu Isu Megawati Hangestri ke Gresik Petrokimia

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X