“Ritual ini kan sesuatu yang sifatnya mutlak, kalau dalam Islam mungkin syariat ya. Kemudian kalau Kristen ada beberapa tata cara beribadah, Hindu, Buddha mereka juga seperti itu,” tambahnya.
“Nah, itu kita pasti akan sedikit enggan berkomedi di ranah itu. Bahkan meskipun itu agama kita sendiri. Misalnya saya Islam, kemudian berkomedi tentang Islam,” terangnya.
Meski demikian, Arie Kriting menilai masih ada ruang komedi yang tidak masuk kategori penistaan agama, yakni dengan mengangkat kebiasaan sosial yang berkembang di masyarakat, bukan ajaran atau ritual keagamaan itu sendiri.
“Misalnya nih, kebiasaan salat Id bawa alas koran. Itu tidak pernah dianjurkan dalam agama dan di dalam hadits. Tapi itu kebiasaan masyarakat saja yang mungkin malas sajadahnya basah kalau di lapangan rumput, jadi bawa koran,” jelasnya.
“Saya punya materinya itu, saya nggak suka begitu karena kalau pakai koran, kadang namanya iman lemah, kita lagi salat baca sesuatu yang sensual kan jadi kebayang ya, ‘Astaghfirullah, ini sambungannya mana?’” lanjutnya.***
Artikel Terkait
Candaan Pandji Pragiwaksono di Mens Rea Disorot, Mahfud MD Tegaskan Tak Bisa Dijerat KUHP Baru
Ribuan Massa Demo, Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Buntut Materi Mens Rea
Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Pandji Pragiwaksono Buka Suara soal Mens Rea dan Pastikan Kondisinya Baik
Mens Rea Pandji Pragiwaksono Disorot, Kalimat Menurut Keyakinan Saya Jadi Perbincangan Publik
Abraham Samad Soroti Laporan atas Pandji Pragiwaksono, Kasus Show Mens Rea Dinilai Janggal
Polemik Laporan Penistaan Agama ke Pandji Pragiwaksono, Mahfud MD Nilai Sulit Diproses Hukum