Pembangunan juga menjangkau wilayah Aceh Timur seperti Baroh Bogeng dan Seunebok, serta Kabupaten Nagan Raya di kawasan Beutong Ateuh.
Program Jembatan Garuda tersebut juga hadir di Bener Meriah dengan sejumlah titik pembangunan seperti Timang Gajah, Jamur Ujung, Wehni Rongka, Bener Kelipah, Uning Baro, Bener Pepanyi, Rembele, hingga Jalur Pacuan Kuda.
Baca Juga: Luna Maya Ungkap Kondisi Peusangan Aceh Pascabanjir, Jembatan Gantung Jadi Saksi Derasnya Bencana
Selain itu, pembangunan Jembatan Bailey juga dilakukan di Aceh Tengah tepatnya di Krueng Pelang dan PLTA Angkup.
Sementara di Aceh Singkil, proyek pembangunan jembatan di Aceh dilaksanakan di kawasan Telaga Barat dan Lae Sipola, serta di Aceh Tamiang di wilayah Bandar Baru.
Selain membangun Jembatan Bailey melalui program Jembatan Garuda, TNI AD juga mengerahkan satuan Zeni untuk membantu mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
Baca Juga: Tiga Bulan Pascabanjir, Desa Sulum Aceh Tamiang Terjebak Krisis Air Bersih dan Sanitasi
Sejumlah kegiatan dilakukan mulai dari membuka akses jalan yang tertutup longsor hingga normalisasi aliran sungai.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan konektivitas Aceh kembali pulih sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lancar.
Dukungan TNI AD juga mencakup perbaikan fasilitas umum yang terdampak bencana di berbagai daerah.***
Artikel Terkait
Trauma Banjir Bandang Aceh Tamiang Belum Reda, Warga Aceh Tamiang Masih Lari ke Masjid Saat Hujan
Puasa Ramadan di Tenda Pengungsian Aceh Tamiang, Warga Berharap Dapur Umum Tetap Ada
Jelang Ramadan 2026, Korban banjir bandang Aceh Kenang Sahur di Rumah yang Kini Hilang
Sekolah Tertimbun Banjir di Reje Payung, Tangis Bocah Aceh Tengah Ingin Kembali Belajar di Kelasnya
Ramadan di Tenda Pengungsian, Warga Aceh Timur Sahur Perdana di Tengah Hujan dan Menanti Huntara
Menelusuri Kehidupan di Camp Pengungsian Desa Delung Sekinel, Aceh Tengah Pascabanjir dan Longsor