“ICF kami hadirkan bukan hanya sebagai festival budaya, tetapi sebagai platform kolaborasi yang dapat mempertemukan komunitas, pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat dalam satu ekosistem pembangunan budaya yang hidup dan berkelanjutan,” ujarnya.
Vicky berpandangan bahwa sebuah perayaan tidak boleh terjebak dalam euforia sesaat. Ia menekankan pentingnya prinsip kemandirian dan keberlanjutan agar dampak positifnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat luas dalam jangka panjang, baik dari aspek ekonomi maupun pelestarian lingkungan hidup.
Secara struktural, Indonesia Culture Festival merupakan hasil transformasi dan perluasan dari format terdahulu yang bernama Indonesia Culture and Creative Festival.
Baca Juga: Boon Pring Jadi Sorotan, Mengupas Strategi ICCN dalam Indonesia Culture dan Creative Festival 2026
Jika sebelumnya agenda lama cenderung menitikberatkan pada tontonan seni belaka, kini konsep baru diubah secara radikal menjadi platform kolaborasi lintas sektor yang mengintegrasikan aspek pariwisata, pendidikan, hingga kebijakan publik lokal.
Implementasinya di lapangan akan diwujudkan melalui skema kerja terpadu. Deputi 2 Ekosistem Kreatif dan Pembangunan Perkotaan, Zandri Aldrin Tuhepaly, menerangkan bahwa program ini akan berfungsi sebagai pusat agregasi massal yang menyatukan berbagai potensi daerah melalui metode khusus.
“Kami ingin membangun sistem jejaring yang memungkinkan festival lokal, living museum, creative hub, hingga program budaya berbasis komunitas dapat saling terhubung tanpa kehilangan identitas khas daerah masing-masing,” jelasnya.
Baca Juga: ICCN Jakarta dan UNESA Jalin Sinergi untuk Percepat Penguatan SDM Industri Kreatif Nasional
Untuk mewujudkan festival berbasis dampak tersebut, ICCN telah menyusun serangkaian program kerja nyata.
Mulai dari pelaksanaan cultural residency, penataan ruang publik atau placemaking, leaders talk, temu bisnis pelaku usaha, gastro diplomacy, hingga perumusan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah.
Melalui perluasan jangkauan ini, peluang kini terbuka lebar bagi seluruh kabupaten maupun kota di Indonesia untuk melebur ke dalam jejaring kota kreatif nasional.
Hubungan kerja sama ini didesain secara transparan dan terukur demi memajukan ekosistem budaya di daerah masing-masing. Proses integrasi daerah baru akan dimulai dari tahapan identifikasi potensi lokal, pengajuan proposal kegiatan, kurasi bersama, hingga eksekusi program di lapangan.
Melalui langkah terstruktur ini, Indonesia Culture Festival diharapkan mampu melahirkan kemitraan strategis yang memberikan kontribusi nyata bagi masa depan ekonomi kreatif nusantara.***
Artikel Terkait
ICCN Dukung Film Pelangi di Mars, Ajak Publik Nonton Karya Anak Bangsa yang Inspiratif
ICCN Buka Riset Kota Kreatif Indonesia, Akademisi Diajak Perkuat Data Ekonomi Kreatif Nasional
Momentum Ekonomi Kreatif Disorot, ICCN Dorong Pembenahan Sistem Jasa Kreatif Nasional
ICCN Gandeng Greeneration Foundation, Ekonomi Kreatif Berkelanjutan Jadi Fokus Kolaborasi
Wamen HAM Gandeng ICCN Siapkan Delegasi Lokal ke Forum Dunia Korea Selatan Perkuat Prinsip Kota Kreatif
Taliabu Gandeng ICCN, Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Jalan Baru Lepas dari Ketergantungan Tambang