Boon Pring Jadi Titik Awal Indonesia Culture Festival, ICCN Bangun Ekosistem Budaya Lewat Jejaring Kota Kreatif

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 27 Mei 2026 | 10:58 WIB
Guna memperkuat jejaring kota kreatif, ICCN jadikan kawasan Boon Pring sebagai lokasi awal peluncuran ekosistem budaya Indonesia Culture Festival. (Dok. ICCN)
Guna memperkuat jejaring kota kreatif, ICCN jadikan kawasan Boon Pring sebagai lokasi awal peluncuran ekosistem budaya Indonesia Culture Festival. (Dok. ICCN)

“ICF kami hadirkan bukan hanya sebagai festival budaya, tetapi sebagai platform kolaborasi yang dapat mempertemukan komunitas, pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat dalam satu ekosistem pembangunan budaya yang hidup dan berkelanjutan,” ujarnya.

Vicky berpandangan bahwa sebuah perayaan tidak boleh terjebak dalam euforia sesaat. Ia menekankan pentingnya prinsip kemandirian dan keberlanjutan agar dampak positifnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat luas dalam jangka panjang, baik dari aspek ekonomi maupun pelestarian lingkungan hidup.

Secara struktural, Indonesia Culture Festival merupakan hasil transformasi dan perluasan dari format terdahulu yang bernama Indonesia Culture and Creative Festival.

Baca Juga: Boon Pring Jadi Sorotan, Mengupas Strategi ICCN dalam Indonesia Culture dan Creative Festival 2026

Jika sebelumnya agenda lama cenderung menitikberatkan pada tontonan seni belaka, kini konsep baru diubah secara radikal menjadi platform kolaborasi lintas sektor yang mengintegrasikan aspek pariwisata, pendidikan, hingga kebijakan publik lokal.

Implementasinya di lapangan akan diwujudkan melalui skema kerja terpadu. Deputi 2 Ekosistem Kreatif dan Pembangunan Perkotaan, Zandri Aldrin Tuhepaly, menerangkan bahwa program ini akan berfungsi sebagai pusat agregasi massal yang menyatukan berbagai potensi daerah melalui metode khusus.

“Kami ingin membangun sistem jejaring yang memungkinkan festival lokal, living museum, creative hub, hingga program budaya berbasis komunitas dapat saling terhubung tanpa kehilangan identitas khas daerah masing-masing,” jelasnya.

Baca Juga: ICCN Jakarta dan UNESA Jalin Sinergi untuk Percepat Penguatan SDM Industri Kreatif Nasional

Untuk mewujudkan festival berbasis dampak tersebut, ICCN telah menyusun serangkaian program kerja nyata.

Mulai dari pelaksanaan cultural residency, penataan ruang publik atau placemaking, leaders talk, temu bisnis pelaku usaha, gastro diplomacy, hingga perumusan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah.

Melalui perluasan jangkauan ini, peluang kini terbuka lebar bagi seluruh kabupaten maupun kota di Indonesia untuk melebur ke dalam jejaring kota kreatif nasional.

Baca Juga: Strategi Intel dan ICCN Bekali 158 Guru Vokasi Teknologi AI Guna Percepat Link and Match Industri Masa Depan

Hubungan kerja sama ini didesain secara transparan dan terukur demi memajukan ekosistem budaya di daerah masing-masing. Proses integrasi daerah baru akan dimulai dari tahapan identifikasi potensi lokal, pengajuan proposal kegiatan, kurasi bersama, hingga eksekusi program di lapangan.

Melalui langkah terstruktur ini, Indonesia Culture Festival diharapkan mampu melahirkan kemitraan strategis yang memberikan kontribusi nyata bagi masa depan ekonomi kreatif nusantara.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X