Namun, informasi mengenai latar belakang keberadaan Femas di Korea Selatan disebut berbeda-beda. Dalam pesan yang sama, Femas disebut pernah memberikan keterangan berbeda ketika diajak mencari pekerjaan.
“Temenku ganti tanya, katanya dari GtoG fishing terus kabur, terus kemarin waktu aku mau pergi dari sana, ku tanya lagi katanya kabur dari travel,” sambungnya.
Polisi Disebut Terkendala Aturan Tempat Ibadah
Informasi yang beredar juga menyebut pihak kepolisian setempat telah mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat Femas berada. Namun, proses penindakan disebut tidak dapat dilakukan karena lokasi tersebut merupakan tempat ibadah dan persoalan yang dihadapi Femas masih berkaitan dengan urusan keimigrasian.
“Femas ada di Ansan, polisi sudah ke situ. Dia sembunyi di masjid, tapi polisi enggak bisa masuk karena itu tempat ibadah dan dia belum jadi kasus kriminal, masih urusan imigrasi,” cerita pesan lainnya yang dikirim.
Baca Juga: Sidang Perdana Supriadi Dikawal Kader GP Ansor dan Petani, Proses Hukum Jadi Sorotan
Dengan demikian, meski lokasi Femas disebut telah teridentifikasi, penanganannya masih menghadapi sejumlah kendala. Informasi yang beredar juga menyebut adanya dugaan keberadaan Femas di sekitar komunitas WNI yang bekerja di Korea Selatan.
“Enggak ada yang berani nangkep soalnya ntar temen-temennya yang kerja ilegal pasti kena semua. Jadi mau ga mau harus kerja sama dengan orang Kedubes Indonesia yang ada di Korsel,” tulis pesan yang diunggah.
“Biasanya itu ada yang namanya basecamp orang Indonesia, tiap daerah pasti ada. Nah coba tanyain satu per satu ketua basecamp,” tambahnya.
Dalam pesan tersebut, pihak yang memberikan informasi juga menyarankan agar foto Femas disebarluaskan sehingga lebih banyak orang mengenali sosoknya dan tidak menerimanya untuk bekerja di pabrik.
Baca Juga: SDN Citapen Kota Tasikmalaya Terbakar, Api Melalap Lantai Dua Diduga akibat Korsleting Listrik
Awal Mula Femas Diduga Meninggalkan Rombongan
Sebelum informasi mengenai keberadaannya di Ansan beredar, kabar tentang Femas lebih dahulu ramai di media sosial setelah akun @sarjanabackpacker mengunggah kronologi hilangnya kontak dengan peserta open trip tersebut pada Jumat, 17 Juli 2026.
Dalam unggahan itu disebutkan bahwa tidak ada perilaku mencurigakan dari Femas sebelum ia meninggalkan rombongan. Ia bahkan disebut berinteraksi secara normal dengan Tour Leader dan peserta lainnya selama perjalanan.
Artikel Terkait
Pelayanan Publik Pangandaran Didorong Makin Cepat, Registrasi TTE PPPK Paruh Waktu Tembus 55,27 Persen
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Jadi Tersangka KPK! OTT Dugaan Suap Proyek, Uang Ratusan Juta Disita
3 Ketoprak Paling Legendaris di Jakarta yang Wajib Dicoba, Racikan Khasnya Bikin Nagih
OJK Setujui Penggabungan BPRS Rizky Barokah ke BPRS PNM Mentari, Perkuat Industri BPR Syariah