Mediapriangan.com - Sorotan terhadap pengalaman pemeriksaan kesehatan yang dibagikan di media sosial berawal dari perbedaan hasil pemeriksaan antara sejumlah fasilitas kesehatan di Indonesia dan rumah sakit di Penang, Malaysia. Perbincangan itu kemudian berkembang setelah Fahira Almira memberikan penjelasan baru mengenai rangkaian pemeriksaan yang dijalaninya.
Dalam unggahan terbarunya, Fahira Almira menyampaikan permintaan maaf apabila cerita yang ia bagikan sebelumnya menimbulkan persepsi berbeda. Ia menegaskan bahwa materi tersebut dimaksudkan sebagai pengalaman pribadi ketika mencari second opinion, bukan untuk menilai atau menyudutkan tenaga medis maupun rumah sakit tertentu.
“Sebelumnya aku minta maaf kalau ada pihak yang tersinggung dengan cerita ini, aku ingin menegaskan bahwa apa yang aku sampaikan murni pengalaman pribadi,” ucap Fahira dalam video terbarunya, dikutip pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Baca Juga: Pabrik Bingkai Duren Sawit Kebakaran Tengah Malam, 25 Mobil Damkar Berjibaku Jinakkan Api
Mencari Jawaban dari Pemeriksaan Lanjutan
Fahira Almira menjelaskan, rangkaian pemeriksaan bermula ketika dirinya mengalami keluhan berupa demam tinggi, nyeri pada bagian kanan perut, serta muntah. Pemeriksaan yang dilakukan sebelumnya mengarah pada dugaan usus buntu dan membuatnya mempertimbangkan tindakan operasi.
“USG menunjukkan appendix 8,1 mm dan aku disarankan operasi. Aku akhirnya memilih untuk operasi di Penang,” ungkap Fahira.
Keputusan menjalani pemeriksaan lanjutan di Penang menjadi bagian dari upayanya memperoleh second opinion. Pemeriksaan menggunakan CT scan kemudian memberikan gambaran yang berbeda dari hasil sebelumnya.
Baca Juga: The Sounds Project Disorot, Hafalan Al Quran Ditukar Miras Berujung 5 Pihak Dilaporkan ke Polisi
“Setelah CT scan di Penang, ternyata hasilnya menunjukkan appendix tampak normal dan tidak ada tanda peradangan,” lanjutnya.
Dari hasil tersebut, Fahira menyebut tidak ada dasar untuk melanjutkan tindakan operasi pada saat itu. Ia pun menekankan bahwa pengalaman tersebut tidak seharusnya dipahami sebagai kesimpulan bahwa semua pemeriksaan di Indonesia keliru.
“Ini murni pengalaman pribadiku, bukan untuk menyalahkan pihak mana pun. Jangan takut bertanya dan mencari second opinion jika memang diperlukan. Setiap kondisi pasien berbeda,” sambungnya.
Artikel Terkait
Kreasi Cokelat Hits di Media Sosial, dari Cokelat Dubai hingga Cokelat Rambut Nenek yang Bikin Penasaran
Viral SPBU Cipatujah, Hiswana Migas Priangan Timur Ungkap Soal Jerigen dan Pelayanan Konsumen
Harga Telur Anjlok, 1.600 Ayam Afkir Dibagi Gratis di Malioboro Jadi Sinyal Krisis Peternak DIY
Kiai Anwar Zahid Selamat dari Kecelakaan di Bojonegoro, Alphard Ringsek Usai Ditabrak Truk Trailer
RSUD Merah Putih Magelang Disorot usai Ayah Nidia Aurelia Wafat, Pelayanan RSUD Merah Putih Jadi Sorotan
Siswi SMA Tewas Tertemper KRL di Jurangmangu, Polisi Periksa Teman Korban dan Telusuri Dugaan Penyebabnya