Persoalan bahan baku MBG tersebut turut berkaitan dengan pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG. Unit yang kerap dikenal sebagai dapur MBG itu menjadi salah satu bagian yang diperiksa BGN.
Dari hasil evaluasi sebelumnya, sekitar 1.276 SPPG yang belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi atau SLHS telah ditutup atau dihentikan sementara.
Sudaryono mengatakan pemeriksaan dilakukan secara bertahap. SPPG yang tidak memenuhi persyaratan dapat dikenai penghentian operasional sampai dilakukan perbaikan.
Baca Juga: Kasus Keracunan MBG Berulang, BPOM Ungkap Makanan Lebih dari 4 Jam Bisa Basi Sebelum Diterima Siswa
"Yang tidak sesuai sudah kita tutup, orang-orang kepala dapur, orang yang bekerja di dapur yang tidak kompeten sudah kita keluarkan, dan ini terus akan kita lakukan," bebernya.
Menurut Sudaryono, penghentian tersebut dapat berupa suspend atau penghentian sementara. Dapur yang dikenai sanksi harus melakukan pembenahan dan memenuhi ketentuan sebelum kembali beroperasi.
Apabila perbaikan tidak dilakukan dan persyaratan tetap tidak dipenuhi, SPPG tersebut berpotensi menghadapi penghentian secara permanen.
Baca Juga: 269 Siswa di Gembong Pati Diduga Keracunan MBG, 59 Dirawat Inap dan Sampel Makanan Diperiksa
Laporan Kasus Keracunan di Sejumlah Daerah
Langkah pengawasan tersebut berlangsung ketika laporan kasus keracunan atau gangguan kesehatan setelah konsumsi MBG muncul di sejumlah wilayah.
Di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, sebanyak 193 siswa dari SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap MBG.
Kasus serupa juga dilaporkan di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Sebanyak 352 siswa dari sejumlah sekolah dasar di Kecamatan Batukliang mengalami keluhan seperti muntah-muntah dan pusing setelah mengonsumsi MBG.
Sementara di Sidoarjo, Jawa Timur, sebanyak 748 santri dan pelajar dari 19 sekolah di kawasan Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah pelaksanaan MBG di sekolah.
Rangkaian laporan tersebut menjadi latar pernyataan Sudaryono mengenai pentingnya memastikan kualitas bahan baku MBG sebelum makanan diproses dan didistribusikan kepada penerima manfaat.***
Artikel Terkait
Keracunan MBG di Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo, Ratusan Santri Dirawat dan Bantahan Soal Korban Jiwa
BGN Beri Suspend Berat SPPG Kalitengah 30 Hari, Buntut 512 Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Keracunan MBG
136 Siswa SMP di Makale Tana Toraja Diduga Keracunan MBG, Dirawat di 3 Rumah Sakit
RDP Keracunan MBG di Karo Memanas, Orang Tua Siswa Ungkap Anak Alami Gangguan Ginjal dan Takut Keramaian
Kasus Keracunan MBG Berulang, Mahfud MD Desak SPPG yang Bersalah Diproses Hukum
273 Siswa dan 43 Guru Diduga Keracunan MBG di Pati, Makanan Datang Terlambat hingga SPPG Ditutup