Ribuan SPPG Disetop, BGN Ungkap Dugaan Bahan Baku MBG Rusak di Balik Kasus Keracunan Daerah

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 18 September 2026 | 21:38 WIB
Kasus gangguan kesehatan usai konsumsi MBG terjadi di sejumlah daerah. BGN menyoroti bahan baku rusak dan menghentikan SPPG yang tak sesuai standar. (Dok. BGN)
Kasus gangguan kesehatan usai konsumsi MBG terjadi di sejumlah daerah. BGN menyoroti bahan baku rusak dan menghentikan SPPG yang tak sesuai standar. (Dok. BGN)

Persoalan bahan baku MBG tersebut turut berkaitan dengan pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG. Unit yang kerap dikenal sebagai dapur MBG itu menjadi salah satu bagian yang diperiksa BGN.

Dari hasil evaluasi sebelumnya, sekitar 1.276 SPPG yang belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi atau SLHS telah ditutup atau dihentikan sementara.

Sudaryono mengatakan pemeriksaan dilakukan secara bertahap. SPPG yang tidak memenuhi persyaratan dapat dikenai penghentian operasional sampai dilakukan perbaikan.

Baca Juga: Kasus Keracunan MBG Berulang, BPOM Ungkap Makanan Lebih dari 4 Jam Bisa Basi Sebelum Diterima Siswa

"Yang tidak sesuai sudah kita tutup, orang-orang kepala dapur, orang yang bekerja di dapur yang tidak kompeten sudah kita keluarkan, dan ini terus akan kita lakukan," bebernya.

Menurut Sudaryono, penghentian tersebut dapat berupa suspend atau penghentian sementara. Dapur yang dikenai sanksi harus melakukan pembenahan dan memenuhi ketentuan sebelum kembali beroperasi.

Apabila perbaikan tidak dilakukan dan persyaratan tetap tidak dipenuhi, SPPG tersebut berpotensi menghadapi penghentian secara permanen.

Baca Juga: 269 Siswa di Gembong Pati Diduga Keracunan MBG, 59 Dirawat Inap dan Sampel Makanan Diperiksa

Laporan Kasus Keracunan di Sejumlah Daerah

Langkah pengawasan tersebut berlangsung ketika laporan kasus keracunan atau gangguan kesehatan setelah konsumsi MBG muncul di sejumlah wilayah.

Di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, sebanyak 193 siswa dari SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap MBG.

Kasus serupa juga dilaporkan di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Sebanyak 352 siswa dari sejumlah sekolah dasar di Kecamatan Batukliang mengalami keluhan seperti muntah-muntah dan pusing setelah mengonsumsi MBG.

Sementara di Sidoarjo, Jawa Timur, sebanyak 748 santri dan pelajar dari 19 sekolah di kawasan Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah pelaksanaan MBG di sekolah.

Rangkaian laporan tersebut menjadi latar pernyataan Sudaryono mengenai pentingnya memastikan kualitas bahan baku MBG sebelum makanan diproses dan didistribusikan kepada penerima manfaat.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X