nasional

Geger Menteri-Menteri Prabowo Temui Jokowi Diam-Diam di Solo, PKS Langsung Singgung Matahari Kembar!

Sabtu, 12 April 2025 | 11:10 WIB
Pertemuan Presiden Prabowo dan Mantan Presiden RI Joko Widodo Desember 2024 lalu. (Instagram.com/jokowi)

 

Mediapriangan.com - Sejumlah anggota Kabinet Merah Putih tampak berbondong-bondong mendatangi kediaman Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), di Surakarta, Jawa Tengah.

Kunjungan itu dilakukan dalam suasana Lebaran, yang disebut sebagai silaturahmi biasa. Namun, di tengah situasi transisi kekuasaan, langkah para menteri ini menuai respons politik.

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, turut angkat suara merespons intensitas pertemuan para menteri dengan Jokowi.

Baca Juga: Sopir Tangki Pertamina Oplos 4.000 Liter Pertalite dengan Air, SPBU Trucuk Klaten, Jateng, Terhenti Operasionalnya

Menurut Mardani, bersilaturahmi adalah hal baik, tetapi ia memberi catatan penting soal potensi munculnya konflik kewenangan dalam pemerintahan.

"Ya, yang pertama tentu silaturahmi tetap baik ya, tapi yang kedua tidak boleh ada matahari kembar," kata Mardani kepada wartawan pada Jumat 11 April 2025.

Ia mengingatkan bahwa saat ini pemerintahan sudah berada di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Sopir Tangki Pertamina Oplos Pertalite dengan 4.000 Liter Air di Klaten Jateng, Kini Ditetapkan Jadi Tersangka

Maka dari itu, ia berharap agar momen Lebaran tidak disalahartikan sebagai bentuk pengaruh ganda dalam pemerintahan.

"Bagaimanapun, presiden kita Pak Prabowo dan Pak Prabowo sudah menunjukkan determinasinya, kapasitasnya, komitmennya, dan saya pikir Pak Prabowo juga tidak tersinggung ketika ada menterinya yang ke Pak Jokowi," lanjut Mardani.

Menurutnya, Prabowo Subianto sebagai pemimpin negara tentu memahami hubungan personal antara para menterinya dengan Jokowi.

Baca Juga: Prabowo Beberkan Alasan RUU TNI Dikebut Disahkan, Tidak Ada Niat Kembalikan Dwifungsi atau Kepentingan Tersembunyi

Namun, ia tetap menekankan pentingnya menghindari kesan dualisme kekuasaan.

Halaman:

Tags

Terkini