"Tujuannya cuma satu, yakni menakut-nakuti supaya kami diam," ungkap Tiyo.
Meski demikian, Tiyo Ardianto menegaskan bahwa intimidasi dalam bentuk apa pun tidak akan membuat dirinya menghentikan perjuangan yang selama ini dilakukan bersama rekan-rekannya.
"Ketahuilah, semakin diteror, semakin kami tidak akan mundur. Ini bukti nyata bahwa apa yang kami perjuangkan memang menyentuh sasaran," tegasnya.
"Kami tetap akan bersuara, tetap mengawal keadilan, dan tidak akan gentar dengan ancaman apa pun," sambung Tiyo.
Aktivis yang pernah menjabat sebagai mantan Ketua BEM UGM itu juga memastikan akan membawa temuan alat pelacak tersebut ke jalur hukum. Ia berharap pihak berwenang dapat mengusut tuntas asal-usul perangkat yang ditemukan di mobilnya.
"Saya serahkan bukti ini ke pihak berwajib dan berharap kasus ini segera diusut tuntas," tandasnya.***