"Tujuannya cuma satu, yakni menakut-nakuti supaya kami diam," ungkap Tiyo.
Meski demikian, Tiyo Ardianto menegaskan bahwa intimidasi dalam bentuk apa pun tidak akan membuat dirinya menghentikan perjuangan yang selama ini dilakukan bersama rekan-rekannya.
"Ketahuilah, semakin diteror, semakin kami tidak akan mundur. Ini bukti nyata bahwa apa yang kami perjuangkan memang menyentuh sasaran," tegasnya.
"Kami tetap akan bersuara, tetap mengawal keadilan, dan tidak akan gentar dengan ancaman apa pun," sambung Tiyo.
Aktivis yang pernah menjabat sebagai mantan Ketua BEM UGM itu juga memastikan akan membawa temuan alat pelacak tersebut ke jalur hukum. Ia berharap pihak berwenang dapat mengusut tuntas asal-usul perangkat yang ditemukan di mobilnya.
"Saya serahkan bukti ini ke pihak berwajib dan berharap kasus ini segera diusut tuntas," tandasnya.***
Artikel Terkait
Kasus WO Marwah Masuk Penyidikan, 58 Catin Diduga Jadi Korban, Kerugian Tembus Rp2,65 Miliar
Dugaan Korupsi KUR BSI Rp9,56 Miliar Terungkap, 95 Petani Tambak Diduga Jadi Debitur Tanpa Menikmati Dana
OTT KPK di Imigrasi Jakarta Barat, Dugaan Korupsi Pengurusan KITAP-KITAS WNA Seret Belasan Orang
Operasi Jaran Lodaya 2026 Ungkap Curanmor di Tasikmalaya, Tiga Tersangka Diamankan Polisi
Dadan Hindayana Jadi Tersangka Korupsi, Deretan Kebijakan BGN yang Pernah Memicu Polemik Kembali Disorot
Nasib Dadan Hindayana Berubah dalam 72 Jam, Pulang Haji, Dicopot dari BGN, Lalu Jadi Tersangka Korupsi
Kasus Pertalite 25 Liter di Medan Jadi Sorotan, 2 Pemuda Terancam 6 Tahun Penjara dan Denda Rp60 Miliar
JPU Tolak Pledoi Nadiem Makarim di Kasus Chromebook, Soroti Dugaan Perintah dan Dampak ke Pendidikan
Polisi Tetapkan 5 Tersangka Kasus Asusila di Karawang, Video Viral Picu Keresahan Warga
Kasus Korupsi BGN Makin Panas, Pengacara Sony Sonjaya Sebut Ada 26 Nama Terkait Izin SPPG