Mediapriangan.com - Perbincangan mengenai kualitas bahan makanan untuk program Makan Bergizi Gratis atau MBG kembali ramai di media sosial. Sejumlah akun mengaku pernah mendapat tawaran kerja sama sebagai pemasok, tetapi menyebut adanya permintaan bahan yang menurut mereka tidak sesuai standar.
Cerita tersebut mencuat melalui sebuah utas di Threads yang diunggah akun @dewarmdhy. Dalam unggahannya, ia membagikan tangkapan layar percakapan WhatsApp terkait permintaan pasokan bahan makanan dalam jumlah besar.
Salah satu pesan yang dibagikan menyebut adanya kebutuhan 60 ton beras setiap pekan. Namun, jenis beras yang dicari justru beras broken.
Baca Juga: 136 Siswa SMP di Makale Tana Toraja Diduga Keracunan MBG, Dirawat di 3 Rumah Sakit
“Ada channel yang jual beras broken ga? Ada yang ngajakin gua kerja sama, dia butuh 60 ton per minggu,” tulis pesan dalam chat, dikutip pada Minggu, 6 September 2026.
Permintaan tersebut langsung mendapat penolakan dari penerima pesan yang mengaku tidak memiliki beras broken untuk kebutuhan MBG.
“No no, MBG ya? Udah dikorupsi, beras broken lagi. Dosa banget,” tulisnya.
Utas mengenai bahan baku dapur MBG itu kemudian menyebar luas. Hingga Minggu, 6 September 2026, unggahan tersebut telah dilihat lebih dari 358 ribu kali, memperoleh sekitar 17 ribu tanda suka dan mendapat lebih dari 800 balasan.
Respons warganet tidak hanya berupa komentar. Sejumlah pengguna turut membagikan pengalaman mereka ketika mendapat tawaran menjadi pemasok untuk dapur MBG.
Salah satunya datang dari akun @entoniett.s yang mengaku pernah diminta memasok daging ayam. Alih-alih meminta produk dengan kualitas standar, ia menyebut calon pembelinya justru menanyakan kemungkinan memperoleh ayam afkir dan ayam yang mengalami memar.
“Same here! Aku nggak ada bukti karena kemarin sempet ngelayanin customer pesen ayam 150 kg untuk catering, aku iyakan. Ku kasih fresh, pas sampai barang ya normal-normal aja tapi tiba-tiba dia nanya, ‘Mba kalau saya request ayam afkir atau yang memar dikit enggak apa-apa, bisa gak ya?’” tulis pemilik akun.
Baca Juga: Keracunan MBG di Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo, Ratusan Santri Dirawat dan Bantahan Soal Korban Jiwa