Mediapriangan.com - DPRD Jawa Barat melalui Komisi IV, mengungkapkan keprihatinan terhadap kondisi Penerangan Jalan Umum (PJU) di Wilayah Pelayanan III Kabupaten Garut yang banyak yang rusak atau tidak berfungsi dengan baik, mengancam keselamatan pengguna jalan.
Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat, Tetep Abdulatip, saat kunjungan kerja ke Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelayanan Prasarana Perhubungan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (PPP LLAJ) Wilayah Pelayanan III Kabupaten Garut.
Kunjungan kerja ke UPTD PPP LLAJ Wilayah Pelayanan III Kabupaten Garut dalam rangka mengumpulkan data terkait rencana program kegiatan tahun anggaran 2024. Kunjungan tersebut dilaksanakan Komisi IV DPRD Jawa Barat pada Kamis, 7 Maret 2024.
Baca Juga: Tetep Abdulatip Menyoroti Keterlambatan Operasional TPPASR Legok Nangka Kabupaten Bandung
“Informasi yang kami terima dari Dishub Wilayah III menunjukkan bahwa sekitar 2/3 dari total sekitar 3.400 titik PJU mengalami kerusakan, dengan sekitar 2300 PJU yang tidak berfungsi," ujar Tetep Abdulatip.
"Ini merupakan masalah serius yang mengkhawatirkan karena berpotensi mengancam keselamatan pengguna jalan. Oleh karena itu, ini harus mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi bersama dengan pihak terkait lainnya," tambahnya.
Menurut Tetep Abdulatip, salah satu kendala yang dihadapi oleh Dinas Perhubungan, khususnya UPTD PPP LLAJ Wilayah Pelayanan III Kabupaten Garut, adalah kekurangan anggaran pada tahun 2023. Hal ini menyebabkan sarana dan prasarana tidak dapat berjalan secara optimal.
"Kekurangan anggaran pada tahun 2023, menyebabkan sarana dan prasarana UPTD PPP LLAJ Wilayah Pelayanan III Kabupaten Garut tidak dapat berjalan secara optimal," tandasnya.
Lebih lanjut, Tetep menyoroti beberapa sarana yang diperlukan oleh UPTD PPP LLAJ Wilayah Pelayanan III Kabupaten Garut, seperti Skylift, marka jalan, dan lampu peringatan. Komisi IV berkomitmen untuk mendorong penyediaan sarana yang memadai.
“Komisi IV mencatat beberapa kekurangan UPTD ini, termasuk kekurangan anggaran pada tahun 2023, kurangnya sarana seperti Skylift, pembangunan PJU yang baru mencapai 160 titik, serta jumlah marka jalan hanya 38000 meter, dan lampu peringatan hanya tersedia 6 unit di tiga titik saja. Hal ini harus diperhatikan karena banyak titik rawan di jalan," tambah Tetep.
Artikel Terkait
Optimalisasi Mekanisme Penjadwalan DPRD, Kunker Banmus DPRD Kabupaten Indramayu ke Sekretariat DPRD Jawa Barat
Peran Masyarakat dalam Transformasi Desa, Jadi Sorotan DPRD Jawa Barat di Desa Bojongmangu, Kabupaten Bekasi
Iis Rostiasih: BK DPRD Jawa Barat sebagai Role Model dalam Peningkatan Kinerja DPRD Provinsi Jambi
Upaya Pengembangan Komoditas Ikan, Komisi II DPRD Jawa Barat Dorong Pertumbuhan Sektor Perikanan di Wilayah Utara
Andi Zabidi Resmi Dilantik Sebagai PAW Anggota DPRD Jawa Barat Menggantikan Irfan Suryanagara
Komisi I DPRD Jawa Barat: Pentingnya Penetapan Batas Desa untuk Pengembangan Wilayah Desa di Jabar