Namun, implementasi formal dari efisiensi ini baru bisa dilakukan setelah Gubernur Jawa Barat dilantik pada 20 Februari 2025.
Arip menambahkan bahwa setelah pelantikan, pembahasan efisiensi anggaran akan dilakukan di komisi dan badan anggaran DPRD, dengan fokus pada pos anggaran perjalanan dinas, anggaran makan dan minum, pembiayaan seremonial, serta item-item yang dianggap tidak penting.
Dengan langkah efisiensi yang dilaksanakan, diharapkan dapat menciptakan pengelolaan anggaran yang lebih optimal dan berdampak positif bagi pembangunan daerah, tanpa mengurangi kualitas layanan publik dan kinerja pemerintah daerah.***
Artikel Terkait
Kena Efisiensi Prabowo, Badan Gizi Nasional Pastikan Program Makan Siang Gratis Tetap Jalan meski Anggaran Dipangkas
BGN Kena Pangkas Rp200 Miliar! Kok Bisa? Padahal MBG Disebut Jadi Penyebab Pemangkasan Berbagai Anggaran Lainnya
Anggaran Pendidikan Kena Pangkas! Gimana Nasib Beasiswa, Tunjangan Guru, dan Masa Depan Anak Muda Indonesia?
Stafsus Makin ‘Gemuk’ di Tengah Efisiensi Anggaran, Kebijakan Pemerintah Prabowo-Gibran Jadi Sorotan! Ini Dampaknya
Marak PHK Gara-Gara MBG? Istana Bantah, Mahfud MD Bicara Soal Logika Anggaran, TVRI Siap Panggil Karyawan Lagi!
Sri Mulyani Tegas! Kenaikan UKT Perguruan Tinggi Ditolak, Minta Evaluasi Anggaran Tanpa Bebani Mahasiswa
Sri Mulyani Pastikan KIP Aman! Efisiensi Anggaran Tak Akan Ganggu Beasiswa Mahasiswa di Tengah Isu Pemangkasan
Jokowi Yakin IKN Selesai Meski Anggaran Dipangkas, Bisa Selesai Meski Butuh Waktu Puluhan Tahun, Gak Gampang!
IKN Gak Mangkrak! Basuki Spill Anggaran Fantastis buat Tahap 2, Target 2026, tapi Jokowi Bilang Bisa Rampung 20 Tahun?!
SMK dan Pendidikan Vokasi Terancam, Anggaran Dipangkas Rp1 Triliun, Banyak Pelatihan Penting Terancam Hilang!