Mediapriangan.com - Ketua DPR RI, Puan Maharani, angkat bicara soal wacana perpanjangan usia pensiun bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kini tengah ramai diperbincangkan publik.
Puan Maharani meminta agar wacana tersebut dikaji secara matang sebelum benar-benar diterapkan oleh pemerintah.
Dalam pernyataannya pada Senin, 26 Mei 2025, Puan Maharani menekankan bahwa keputusan soal batas usia pensiun ASN tidak bisa diambil secara terburu-buru.
Selain mempertimbangkan efektivitas pelayanan publik, kebijakan tersebut menurutnya juga harus melihat kemampuan fiskal negara.
"Terkait dengan (batas usia pensiun) ASN untuk diperpanjang, sebaiknya itu dikaji dulu,” kata Puan.
Politikus dari PDI Perjuangan itu menambahkan, setiap kebijakan yang menyangkut sistem kepegawaian negara harus dikalkulasi dengan cermat, terutama agar tidak menjadi beban baru bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Jangan kemudian nanti membebani APBN,” Puan Maharani menegaskan.
Sebelumnya, Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) telah secara resmi mengajukan usulan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto.
Dalam dokumen yang disampaikan, Korpri merinci pengajuan berdasarkan kategori jabatan manajerial dan nonmanajerial.
Baca Juga: Usulan KORPRI Naikkan Usia Pensiun ASN Hingga 70 Tahun, DPR Tegaskan Bisa Hambat Birokrasi Gesit!
Untuk jabatan manajerial, Korpri mengusulkan agar usia pensiun diubah menjadi:
Artikel Terkait
Fakta di Balik Video Viral Jemaah Haji Indonesia Diduga Terlantar di Makkah, Ternyata Ini Kronologi Sebenarnya
Usulan Naikkan Usia Pensiun ASN, Ketua MPR RI Ahmad Muzani Wanti-wanti Dampaknya pada Rekrutmen Pegawai Baru
Alasan Istana Soal Reshuffle, Prabowo Tak Langsung Ganti Pejabat Meski Ada Catatan, Fokus Evaluasi dan Peringatan
Kadin China Siap Bantu Bangun 1.000 Dapur MBG di Indonesia, Prototipe Ditarget Rampung Sebelum 17 Agustus 2025!
PM China Tiba di RI, Rosan Beberkan Peluang Proyek Baru, Gerbong Kereta, Baterai Listrik, hingga Industri Kimia
4 Raksasa China Siap Tanam Modal di RI, Danantara Sebut Fokus Investasi di EV, Baterai, dan Data Center
Puan Maharani Desak Pembubaran Ormas Jika Berbau Premanisme, Menyikapi Kasus GRIB Jaya di Lahan BMKG
Empat Perusahaan China Siap Garap Pabrik Kendaraan Listrik di RI, Danantara Tawarkan Diri Jadi Mitra Strategis
Hasan Nasbi Tegaskan Premanisme Berkedok Ormas Harus Ditindak, Istana Minta Publik Tak Tertipu Organisasi Abal-Abal
Airlangga Umumkan Diskon Listrik 50 Persen Mulai 5 Juni 2025, Bahlil Lahadalia Mengaku Belum Terima Laporan Resminya