Komisi IX DPR Kritik Program MBG, Target Penerima Manfaat Belum Tepat, Kasus Keracunan Masih Jadi Sorotan

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Kamis, 2 Oktober 2025 | 16:20 WIB
 Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, singgung pelaksanaan MBG belum sesuai target penerima manfaat.  (Instagram/charleshonoris)
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, singgung pelaksanaan MBG belum sesuai target penerima manfaat. (Instagram/charleshonoris)

Sorotan Kasus Keracunan

Charles juga menyinggung kabar cucu Mahfud MD yang ikut menjadi korban keracunan makanan MBG di Yogyakarta.

“Saya kaget sih kemarin tiba-tiba dapat berita cucunya Prof. Mahfud terkena keracunan juga, kan harusnya orang mampu ya, bukan menjadi prioritas penerima MBG,” tuturnya.

Mahfud MD sebelumnya mengungkapkan, cucu keponakannya bersama delapan murid lain mengalami muntah setelah mengonsumsi makanan MBG di sekolah.

Baca Juga: Insentif Rp100 Ribu untuk Guru Penanggung Jawab, Strategi Baru Pemerintah Tutup Celah Distribusi MBG 2025

Presiden Prabowo: MBG untuk Anak-anak Indonesia

Menanggapi berbagai kritik, Presiden Prabowo menegaskan bahwa MBG merupakan program strategis yang sudah menjangkau hampir 30 juta penerima manfaat, termasuk anak-anak dan ibu hamil.

“Inilah yang kita pakai untuk makan bergizi gratis, sampai hari ini sudah menjelang 30 juta penerima manfaat anak dan ibu-ibu hamil, tiap hari menerima makanan,” ucap Prabowo saat menghadiri Munas PKS di Jakarta, 29 September 2025.

Ia mengakui adanya kasus keracunan, namun menilai jumlahnya sangat kecil dibandingkan total distribusi makanan.

Baca Juga: Liputan Kasus Keracunan MBG Ricuh, Wartawan Diduga Dianiaya Oknum Pegawai SPPG Pasar Rebo Jakarta Timur

“Ada keracunan makan, iya. Kita hitung dari semua makanan yang keluar, penyimpangan atau kekurangan atau kesalahan itu adalah 0,00017 persen,” jelasnya.

Prabowo menekankan, program MBG tidak hanya membantu pemenuhan gizi rakyat, tetapi juga berpotensi membuka lapangan kerja besar-besaran.

“Program MBG ini jadi program strategis, jadi sesuatu yang di luar ekspektasi kita ternyata dengan makan bergizi ini bisa menciptakan lapangan (kerja), di awal tahun depan, Januari-Februari 1,5 juta lapangan kerja baru,” tandasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X