TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya resmi meluncurkan Program Satu Desa Satu Sarjana (SADESSA) sebagai salah satu program prioritas pembangunan daerah yang difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya di wilayah perdesaan.
Program SADESSA merupakan kebijakan strategis Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2025–2029, serta masuk dalam 13 program prioritas pembangunan daerah yang telah disahkan melalui peraturan daerah (perda).
Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menegaskan, dengan disahkannya RPJMD menjadi perda, Program SADESSA tidak lagi bersifat program personal kepala daerah, melainkan telah menjadi program resmi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang wajib dijalankan dan disukseskan bersama oleh seluruh pemangku kepentingan.
Baca Juga: Daftar 14 Pejabat Kabupaten Tasikmalaya yang Dilantik Bupati Cecep Nurul Yakin Hari Ini
“Program Satu Desa Satu Sarjana ini bukan lagi program prioritas Bupati dan Wakil Bupati secara pribadi, tetapi sudah menjadi perda. Artinya, ini adalah program prioritas Pemkab Tasikmalaya yang wajib disukseskan oleh seluruh stakeholder,” ujar Cecep Nurul Yakin, Selasa (3/2/2026).
Ia menekankan, keberhasilan Program SADESSA membutuhkan dukungan lintas sektor, termasuk peran DPRD Kabupaten Tasikmalaya yang telah mengesahkan regulasi sebagai landasan hukum, serta kolaborasi aktif dengan berbagai pihak.
Program SADESSA diwujudkan dalam bentuk kegiatan bantuan mahasiswa yang difokuskan pada pemberian akses pendidikan tinggi bagi putra-putri terbaik daerah, terutama mereka yang berasal dari desa-desa di Kabupaten Tasikmalaya.
Calon penerima manfaat diprioritaskan bagi pelajar berprestasi, baik secara akademik maupun nonakademik, yang memiliki komitmen untuk berkontribusi bagi desa asalnya.
Menurut Cecep, pemerintah daerah tidak dapat menjalankan program ini secara mandiri. Oleh karena itu, kerja sama dengan perguruan tinggi menjadi kunci utama dalam mendukung proses pendidikan para peserta Program SADESSA.
“Hingga saat ini, sudah ada lima perguruan tinggi yang menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan Pemkab Tasikmalaya untuk mendukung pelaksanaan Program SADESSA,” ungkapnya.
Adapun perguruan tinggi yang telah menjalin kerja sama tersebut yakni Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Siliwangi (Unsil), serta Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes).
Baca Juga: Ini Alasan Pendidikan Demokrasi di SMK Islam Paniis Kabupaten Tasikmalaya
Artikel Terkait
Longsor Susulan Terjang Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya, Dua Rumah Terancam, Kerugian Capai Rp50 Juta
Isi Jabatan Sekda hingga Kadis, BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya Gunakan Sistem Rekrutmen Nasional BKN
Fraksi Gerindra Nilai Pergantian Sekda Kabupaten Tasikmalaya Bagian dari Penataan Sistem Birokrasi
Akademisi Soroti Proses Pengisian Sekda Kabupaten Tasikmalaya, Tekankan Transparansi dan Meritokrasi
Pelantikan Pj Sekda Kabupaten Tasikmalaya, Bupati Cecep Nurul Yakin Soroti Digitalisasi dan Tata Kelola ASN
Pj Sekda Kabupaten Tasikmalaya Resmi Dilantik, Ini Penjelasan BKPSDM