CIAMIS, Mediapriangan.com - Pengawasan penyelenggaraan pemerintahan yang dilakukan di Kabupaten Ciamis tak hanya membahas tata kelola anggaran dan pelayanan publik, tetapi juga menyoroti pentingnya perluasan ruang kesempatan kerja bagi masyarakat.
Kegiatan yang digelar di Aula Ponpes Al Muawanah Rajadesa pada 20-21 Februari 2026 itu menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi sejauh mana program pemerintah daerah mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
Anggota DPRD Jabar Dapil XIII, H. Didi Sukardi, SE, menegaskan bahwa efektivitas program pembangunan harus diukur dari dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat, termasuk dalam membuka peluang kerja.
Baca Juga: HUT ke 23 Kota Banjar, Masagi Tumbuh Istimewa Didorong Inovasi dan Branding Daerah
“Pertumbuhan ekonomi daerah harus selaras dengan penciptaan lapangan kerja. Pemerintah daerah perlu menghadirkan kebijakan yang memberi ruang lebih luas bagi masyarakat untuk bekerja, berusaha, dan berkembang,” tegasnya.
Dalam dialog bersama masyarakat dan tokoh lokal, isu ketenagakerjaan menjadi salah satu aspirasi dominan. Warga berharap adanya dorongan investasi, penguatan UMKM, serta pelatihan vokasional yang mampu menjawab kebutuhan pasar kerja.
DPRD Jabar menilai, sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas kesempatan kerja di wilayah Ciamis dan sekitarnya.
Baca Juga: Strategi Cerdas Membangun Brand Digital dengan Online Video Editor dan Buat Logo
Pengawasan ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret agar program pembangunan benar-benar berdampak pada peningkatan daya saing dan kesejahteraan warga.
Dengan pendekatan pengawasan yang partisipatif dan berorientasi hasil, DPRD Jabar berkomitmen memastikan kebijakan daerah tidak hanya tertib secara administrasi, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat, khususnya dalam sektor ketenagakerjaan.
“Kami ingin memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat. Pengawasan ini menjadi instrumen kontrol agar pelayanan publik semakin berkualitas dan tepat sasaran,” ungkap Didi Sukardi.
Artikel Terkait
Kronologi Autopsi NS di Sukabumi Terungkap, Dugaan Penganiayaan Anak 12 Tahun Jadi Sorotan
Sukabumi Berduka, dugaan penganiayaan anak 12 Tahun Pupuskan Mimpi Jadi Kiai
Jakarta Electric PLN Mobile di Ujung Tanduk, Neriman Ozsoy Terancam Gagal ke Final Four Proliga 2026
Tim hukum Jabar tuntaskan 80 persen aduan masyarakat, kasus agraria paling dominan
DPRD Jabar Lakukan Pengawasan di Ciamis, Didi Sukardi Tekankan Akuntabilitas dan Manfaat Nyata bagi Masyarakat
26 Februari Jadi Penentu Takhta Proliga 2026, Tim Megawati Hangestri atau Gresik Phonska Plus yang Berkuasa?