Setelah hampir dua jam berjibaku dengan api, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kebakaran Tasikmalaya tersebut sehingga tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Meski api utama sudah berhasil dipadamkan, petugas masih melakukan proses pendinginan di lokasi kebakaran toko perabotan Tasikmalaya tersebut untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
“Pendinginan kemungkinan berlangsung sampai pagi hari untuk memastikan kondisi benar-benar aman,” tambah Hanafi.
Selain menghanguskan seluruh barang dagangan, kebakaran Cihideung Tas juga menyebabkan satu unit mobil yang berada di dalam bangunan ikut terbakar.
Hingga kini, penyebab kebakaran Tasikmalaya tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Tim INAFIS Polres Tasikmalaya Kota telah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengungkap sumber api.
Hanafi memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran toko perabotan Tasikmalaya itu. Namun total kerugian akibat kebakaran Cihideung Tas masih dalam proses pendataan oleh petugas.
“Korban jiwa tidak ada. Untuk kerugian masih didata dan penyebab kebakaran juga masih diselidiki oleh kepolisian,” ujarnya.
Sementara itu, Ridwan, salah seorang pegawai toko, mengatakan saat kebakaran Tasikmalaya terjadi tidak ada orang di dalam bangunan tersebut.
“Di dalam kosong, tidak ada orang. Isinya banyak barang yang mudah terbakar seperti lemari plastik dan kasur. Ada juga satu mobil di dalam,” kata Ridwan.
Ia juga menyebutkan kondisi toko saat itu sedang dipenuhi barang karena baru saja menerima kiriman stok menjelang Lebaran.
“Barang baru datang kemarin untuk stok Lebaran, jadi toko sedang penuh,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Masjid Agung Kota Tasikmalaya Berdiri Sejak 1886, Ini Jejak Sejarah dan Filosofi Arsitekturnya
Gelar Raker, PSSI Kota Tasikmalaya Matangkan Program Pembinaan Satu Tahun ke Depan
Walau Penjualan Menurun, Pedagang Beduk Ramadan di Kota Tasikmalaya Tetap Bertahan
Kota Tasikmalaya Miliki Risiko Bencana Cukup Tinggi, BPBD Fokus Perkuat Mitigasi dalam RKPD 2027
Kemenhaj Kota Tasikmalaya Imbau Jamaah Umroh Tunda Keberangkatan ke Tanah Suci
Jejak 1934 di Tengah Kota Tasikmalaya, Kisah Masjid H. Bakri yang Bertahan di Balik Pertokoan