Buruknya kualitas air ini memaksa Dinas Kesehatan memberikan rekomendasi penggunaan air galon sebagai solusi jangka pendek.
Namun, kebijakan tersebut berdampak langsung pada membengkaknya biaya produksi dan menurunkan tingkat efisiensi operasional program.
Kondisi yang menimpa SPPG di Kota Tasikmalaya saat ini menjadi peringatan keras bagi keberlangsungan program gizi ke depan. Dinkes menegaskan bahwa aspek keamanan hayati tidak bisa ditawar demi mengejar target jumlah distribusi semata.
Menurut pihak otoritas kesehatan, pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dan penyediaan sumber air yang bersih adalah pondasi dasar. Hal ini krusial agar tujuan utama pemberian asupan gizi tidak justru berisiko menimbulkan masalah kesehatan baru akibat sanitasi yang buruk.
"Bukan sekadar mengejar kuantitas dapur aktif, tetapi memastikan setiap piring yang tersaji benar-benar aman dikonsumsi," jelas Asep.***
Artikel Terkait
Viral menu rapelan MBG di Sleman, beda porsi dan harga jadi sorotan jelang libur sekolah
Viral Konten MBG Cilacap Bandingkan Palestina, Ustaz Hilmi Soroti Tone Deaf dan Minta Fokus Gizi Anak Indonesia
Viral SPPG Bantar Jaya 02 Cuci Ayam MBG di Tempat Wudu Masjid, Klarifikasi Ungkap Alasan Mendesak
Viral SPPG Sidanegara 2 Cilacap Bandingkan MBG dan Palestina, Konten Tuai Kecaman hingga Klarifikasi
Viral Mitra MBG Joget-joget Disorot, Insentif Rp6 Juta per Hari Picu Polemik, Hendrik Irawan Ambil Langkah Ini
Viral Mitra MBG Joget-joget Disorot, Insentif Rp6 Juta Disinggung, Lita Gading Semprot Keras, Begini Kronologinya
Viral MBG Hendrik Irawan Klarifikasi Insentif Rp6 Juta, Ngaku Belum Balik Modal Bangun SPPG Rp3,5 Miliar
SPPG Dibekukan Usai Video Viral Pria Joget di Dapur MBG, Wakil Kepala BGN Tegaskan Bukan Bisnis Komersial
Viral Pemilik SPPG Bengkulu Serang Netizen Usai Kasus Joget Rp6 Juta, Program MBG Kembali Disorot
Bos BGN Bongkar Fakta Pengadaan Motor Operasional MBG yang Viral di Media Sosial, Bukan 70 ribu unit! Tapi...