Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Geng Motor dalam Kematian Satpam Waduk Jatiluhur, 15 Saksi Telah Diperiksa

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Rabu, 29 Juli 2026 | 22:30 WIB
Polisi turut mendalami dugaan keterkaitan geng motor dalam tewasnya Sumarna, Satpam Waduk Jatiluhur.  (Instagram/infojawabarat)
Polisi turut mendalami dugaan keterkaitan geng motor dalam tewasnya Sumarna, Satpam Waduk Jatiluhur. (Instagram/infojawabarat)

Namun, Kepala Desa setempat memberikan penjelasan berbeda saat berbincang dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia mengatakan Sumarna hanya menegur terkait aksi vandalisme dan meminta agar coretan dihapus.

Baca Juga: Satpam Dapur MBG Ciputat Diduga Curi 1.700 Ompreng untuk Beli Narkoba, Polisi Ungkap Kronologi Kasus

Menurut keterangan kepala desa, korban sekadar menanyakan siapa yang membuat coretan tersebut karena dianggap mengganggu fasilitas umum.

"Almarhum hanya meminta apabila ada yang merasa membuat coretan itu agar dibersihkan. Tidak ada pertengkaran ataupun keributan," ujar kepala desa sebagaimana dikutip dari tayangan YouTube Dedi Mulyadi, Rabu (29/7/2026).

Ia juga menegaskan bahwa sejauh yang diketahuinya, tidak pernah terjadi konflik antara korban dengan pihak yang diduga terkait.

Baca Juga: Sopir Alphard di Bundaran HI Ternyata Polisi, Berbalik! Minta Maaf dan Sujud ke Satpam Usai Viral

Penyelidikan Masih Berlangsung

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah jasad Sumarna ditemukan mengambang di perairan Waduk Jatiluhur pada Jumat (24/7/2026). Saat dievakuasi, korban masih mengenakan seragam satpam dan kedua tangannya dalam kondisi terborgol.

Hingga kini, polisi belum menyimpulkan penyebab pasti kematian korban maupun pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Untuk mengungkap kasus ini, penyidik telah mengumpulkan sejumlah barang bukti, menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kerja korban, serta memeriksa sedikitnya 15 saksi, termasuk rekan kerja dan orangorang yang memiliki kedekatan dengan korban.

Polda Jawa Barat memastikan penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh dengan mengedepankan bukti ilmiah. Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, sehingga proses pengungkapan kasus tidak terganggu oleh spekulasi yang berkembang di media sosial.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dede Farhan Kamil

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X