Polemik Gedung PGRI Cisayong, DPRD Dorong Solusi: KDMP Jalan, Aset Pendidikan Tetap Terjaga

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:05 WIB
Nanang Romli, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tasikmalaya. (Dok. DFK)
Nanang Romli, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tasikmalaya. (Dok. DFK)

Nanang juga mengingatkan bahwa keberadaan organisasi profesi dan fasilitas pendukung guru semakin penting di tengah perubahan dunia pendidikan.

Perkembangan teknologi, perubahan pola pembelajaran, kesenjangan kualitas pendidikan serta tuntutan peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan menjadi tantangan yang tidak ringan.

Dalam situasi tersebut, PGRI dinilai tetap memiliki ruang strategis untuk memberikan advokasi, peningkatan kapasitas, pelatihan maupun pendampingan bagi guru dan tenaga kependidikan.

“Ke depan tantangan guru semakin besar. Ada ketimpangan kualitas pendidikan, tuntutan adaptasi teknologi, serta kebutuhan pengembangan profesional yang berkelanjutan. PGRI tentu harus hadir di garda terdepan dalam membantu menghadapi tantangan tersebut,” ujarnya.

Karena itu, Nanang berharap fasilitas PGRI di tingkat kecamatan tetap menjadi bagian yang diperhitungkan dalam setiap kebijakan pembangunan.

Baca Juga: DPRD Kabupaten Tasikmalaya Dukung Reaktivasi Stasiun Rajapolah, Asal Sesuai Kajian dan Ramah Lingkungan

KDMP Tetap Didukung, Lokasi Perlu Dikaji

Meski menyuarakan perlunya mempertahankan gedung PGRI, Nanang menegaskan sikap tersebut bukan bentuk penolakan terhadap program KDMP.

Sebaliknya, ia menilai pengembangan koperasi desa dapat menjadi instrumen penting untuk memperkuat perekonomian masyarakat apabila dirancang berdasarkan kebutuhan dan karakteristik masing-masing desa.

Persoalannya, menurut Nanang, bukan pada program KDMP, melainkan bagaimana menentukan lokasi pembangunan tanpa menghilangkan fungsi fasilitas yang masih dibutuhkan masyarakat.

“Programnya baik dan harus kita dukung. Tetapi jangan sampai karena mengejar pembangunan kemudian fasilitas yang sudah ada dan masih dibutuhkan masyarakat harus dikorbankan,” katanya.

Ia meyakini kebutuhan pembangunan KDMP dan keberadaan fasilitas pendidikan masih dapat dipertemukan melalui perencanaan yang matang.

Baca Juga: Ketua DPRD: Hari Jadi Tasikmalaya ke-394 Harus Jadi Momentum Perkuat UMKM, Pendidikan, dan Layanan Kesehatan

Jangan Sampai Pembangunan Melahirkan Persoalan Baru

Nanang mengingatkan agar polemik di Desa Mekarwangi tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas antara pemerintah desa, PGRI, guru, masyarakat dan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap pembangunan KDMP.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dede Farhan Kamil

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X