TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Menjelang Idul Adha 1447 H, permintaan tusuk sate meningkat signifikan. Guna memenuhi peningkatan pesanan tusuk sate jelang Idul Adha tersebut, produsen tusuk sate di Kota Tasikmalaya terus menggenjot produksinya.
Kesibukan produksi tusuk sate, salah satunya terlihat di sebuah perajin tusuk sate milik Karto Widodo dan Ai Nurhayati, warga Kampung Panunggalan, Kelurahan Sukahurip, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya.
Saat ini, atau jelang Idul Adha 1447 H, peningkatan pesanan meningkat 50 hingga 70 persen dibanding hari-hari biasa. Sayangnya, kendati permintaan meningkat banyak, pihaknya tidak bisa memanfaatkan momentum tersebut secara maksimal disebabkan oleh kapasitas pabrik yang dikelolanya terbatas dan kesulitan pengadaan tenaga kerja atau SDM.
Baca Juga: Lulus 100 Persen, Siswa SMAN 8 Kota Tasikmalaya Dilarang Selebrasi Berlebihan dan Konvoi di Jalanan
"Alhamdulillah ada peningkatan, bahkan ada yang pesan sampai satu hingga tiga kuintal. Yang order tidak hanya dari beberapa wilayah di Kota Tasikmalaya saja, tapi juga dari Bandung hingga ke Depok dan Tangerang," ujar Ai Nurhayati, Selasa (12/5/2026).
Untuk harga jual sendiri, Ai mengatakan dibanding musim yang sama tahun sebelumnya mengalami kenaikan karena pembelian bahan baku bambu dan biaya produksi serta biaya transportasi mengalami kenaikan.
"Ya naik sedikit Rp1.000 per kilo, alhamdulillah konsumen juga mengerti jadi tidak berpengaruh kepada penjualan," jelas Ai. Saat ini, lanjut dia, dirinya menjual tusuk sate seharga Rp17.000 per kilogram.
Adapun kata dia, salah satu kendala yang paling dirasakan para perajin tusuk sate saat ini adalah SDM atau pengadaan tenaga kerja.
"Kalau kendalanya paling di tenaga kerja, sulit untuk merekrut tenaga kerja untuk kerja seperti ini. Anak muda sekarang kan maunya kerja yang mudah, enggak mau capek, enggak mau kotor," katanya.
Dampaknya kata dia, ia dan suaminya terjun langsung dalam kegiatan produksi tusuk sate. "Ya kalau tidak terjun langsung, susah untuk memenuhi permintaan," ujar Ai.
Dari sisi kualitas kata dia, ia dan suaminya selalu memprioritaskan kualitas sehingga belum pernah ada komplain dari konsumen.
Baca Juga: Bakal Jadi Wisata Sejarah, Tugu Koperasi Kota Tasikmalaya Menuju Status Cagar Budaya Nasional