Wakil Ketua DPRD Jabar Dorong Pemerintah Memiliki Blueprint Kebencanaan

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Sabtu, 24 Desember 2022 | 17:16 WIB
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Oleh Soleh SH mendorong Pemerintah memiliki blueprint kebencanaan.  (Dede Farhan Kamil)
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Oleh Soleh SH mendorong Pemerintah memiliki blueprint kebencanaan. (Dede Farhan Kamil)

Mediaprianga.com- Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Oleh Soleh mengatakan, sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah melindungi masyarakat dari bahaya bencana, tentu butuh konsep yang utuh dan komprehensif bagaimana mitigasi dilakukan serta penanggulangan bencana yang baik.

Menurutnya, penanganan bencana bersifat luas, kompleks, multi disiplin ilmu serta melibatkan multi pihak di dalamnya. maka butuh cetak biru (blue print) kebencanaan, sehingga jelas apa dan siapa serta bagaimana melakukan penangan bencana.

Blueprint kata dia, merupakan suatu keniscayaan untuk membangun seluruh wilayah di Indonesia khususnya kota/kabupaten di Jawa Barat, tangguh bencana.

 Baca Juga: Rekomendasi Wisata The Ranch Puncak Bogor, Serunya Liburan Berkuda dan Memanah Ala Koboi

"Kebencanaan di Jawa Barat ini banyak. Semua sepakat bahwa bencana itu harus ditangani dengan baik karena menyangkut manusia. Maka sesungguhnya jika sudah memiliki blueprint termasuk anggaran kebencanaan yang abadi, maka penanganan kebencanaan akan lebih baik," kata Oleh Soleh, Sabtu, 24 Desember 2022.

Sehingga sambung dia, jika dalam penanganan kebencanaan sudah baik, maka tidak sulit untuk mewujudkan negara siap, Jabar siap dan tangguh.

Untuk itu, pihaknya mendorong pemerintah mengeluarkan kebijakan khusus untuk segera memiliki blue print penanganan kebencanaan yang jelas serta didukung anggaran yang memadai.

 Baca Juga: Digembleng TNI, 3.500 Anggota Linmas Kabupaten Tasikmalaya Disiagakan

"Intinya, Jawa Barat harus memiliki konsep secara keseluruhan/blueprint, karena sesungguhnya kita sudah mengetahui gambaran dimana potensi-potensi bencana seperti gempa, longsor, angin puting beliung itu ada, meskipun bencana tidak dapat diprediksi," ujar Oleh.

Dia menambahkan, untuk membentuk masyarakat tangguh bencana, pemerintah harus menyiapkan infrastrukturnya.

Infrastruktur itu di dalamnya menyangkut aturan anggaran bencana yang tidak sulit, serta edukasi terhadap penanganan bencana.

 Baca Juga: Mengawali Tahun Baru, Inilah Hari Besar Bulan Januari 2023 Skala Nasional dan Internasional, Cek Daftarnya

"Edukasi itu penting. Bagaimana masyarakat diberikan habit atau kebiasaan menangani kebencanaan sesuai dengan potensi bencana yang sering terjadi di masing-masing daerah," kata Oleh. 

Edukasi preventif ujar Oleh, juga sangat penting. Bagaimana masyarakat contohnya tidak membuang sampah sembarangan, menebang pohon asal tebang dan banyak tindakan preventif lainnya untuk mencegah datangnya bencana. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dede Farhan Kamil

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X