“Kami melihat angin berkecepatan 70 mil per jam malam itu dan ketika saya mengetahui lokasi asal mula kebakaran, saya tahu kalau akhirnya tidak akan baik-baik saja,” kata McGregor.
Berusaha tidak membuat panik dengan postingan yang ia tulis di grup
Salah satu cara yang ia lakukan adalah dengan menuliskan informasi kepada warga Altadena tanpa memberikan rasa panik dan ketakutan.
“Nah, pekerjaan yang sulit di sini bukanlah berdiri di tengah jalan pada pukul 18.30 malam lalu menyuruh semua orang keluar karena gunung di belakang terbakar,” ujarnya.
“Tugas yang sulit adalah menghabiskan waktu tiga tahun untuk membangun kepercayaan di komunitas ini, sehingga ketika saya membuat perkiraan, orang-orang bisa yakin bahwa perkiraan itu akan menjadi kenyataan,” imbuhnya.
“Ketika kondisinya tepat, saya membutuhkan orang untuk mendengar kata-kata saya, ketika saya mengatakan lari dan saya berharap mereka akan lari,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Tiga Rumah Hancur Akibat Kebakaran di Kampung Bantarpacing Singajaya Kabupaten Garut, Kerugian Capai Rp 200 Juta
Kebakaran di Kampung Cikiruh, Desa Sukamulya Kabupaten Garut, Tiga Rumah Terdampak, Kerugian Capai Rp65 Juta
Karen Bass, Wali Kota Los Angeles, Tuai Kritik Pedas karena Berada di Ghana Saat Kebakaran Hebat Melanda Kotanya
Pasangan Nikita Willy dan Indra Priawan di Tengah Kebakaran Hebat Los Angeles, Sang Aktris Ungkap Kondisi Terkini