Resesi Mengintai Indonesia Usai Kenaikan Tarif Impor 32 Persen, Ini Langkah Strategis yang Perlu Segera Dilakukan

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 6 April 2025 | 06:58 WIB
Langkah Trump Naikkan Tarif Impor di Berbagai Negara yang Menimbulkan Risiko Tinggi.  (Instagram.com/whitehouse)
Langkah Trump Naikkan Tarif Impor di Berbagai Negara yang Menimbulkan Risiko Tinggi. (Instagram.com/whitehouse)

Mediapriangan.com - Keputusan Presiden AS Donald Trump untuk memberlakukan tarif 32 persen pada produk asal Indonesia mulai Rabu 3 April 2025 telah memicu kekhawatiran di kalangan pelaku industri.

Dampaknya diperkirakan cukup besar terhadap ekspor Indonesia, terutama di sektor otomotif, elektronik, serta industri padat karya seperti tekstil dan pakaian jadi.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai bahwa tarif baru ini dapat memicu resesi pada kuartal IV 2025 serta mengakibatkan pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor.

Baca Juga: Bill Gates Prediksi 10 Tahun Lagi Manusia Cuma Kerja 2 Hari Seminggu, Otomatisasi dan AI Ambil Alih Banyak Pekerjaan

Namun, Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan beberapa langkah strategis untuk menghadapi tantangan ini.

Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Noudhy Valdryno, mengungkapkan bahwa Prabowo telah menyiapkan tiga langkah utama untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah perubahan kebijakan global.

1. Memperluas Mitra Dagang dengan Bergabung ke BRICS

Prabowo telah membawa Indonesia menjadi anggota BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan).

Baca Juga: Viral di ChatGPT-4o, Gaya Ghibli Picu Masalah Hukum, Hayao Miyazaki Tak Terima, Studio Bisa Gunakan UU Hak Cipta AS

Keanggotaan ini memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan internasional dan membuka peluang ekspor ke pasar non-tradisional.

Berbagai perjanjian dagang multilateral yang melibatkan BRICS diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia pada pasar AS.

2. Percepatan Hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA)

Prabowo mempercepat hilirisasi sektor pertambangan agar Indonesia tidak hanya mengekspor bahan mentah, tetapi juga produk bernilai tambah.

Baca Juga: Viral di Indonesia, Tren Gambar Ghibli dari ChatGPT-4o Bikin Hayao Miyazaki Merasa Tersinggung dan Menentang AI

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X