Mediapriangan.com - Kekhawatiran masyarakat dunia terhadap kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) semakin mengemuka, terutama soal dampaknya pada lapangan pekerjaan.
Sebuah studi internasional terbaru menunjukkan perbedaan besar antara negara berkembang dan negara maju dalam menyikapi isu AI ini.
Survei bertajuk “Global Public Opinion on Artificial Intelligence (GPO-AI)” yang dirilis pada 2024 mengumpulkan pendapat 1.000 responden di 21 negara.
Hasilnya, warga di negara berkembang cenderung jauh lebih waspada terhadap risiko otomatisasi dibandingkan masyarakat di negara maju.
Laporan tersebut disusun oleh Schwartz Reisman Institute for Technology and Society (SRI) bersama Policy, Elections, and Representation Lab (PEARL) dari University of Toronto.
Selain isu pekerjaan, studi ini juga menyinggung soal regulasi AI hingga bahaya deepfake.
Baca Juga: Buka Lembaran Lama Bailout BCA! Pengamat: Bukanlah Ancaman Bagi Stabilitas Perbankan
“Responden memandang anak-anak mereka dan generasi mendatang sebagai kelompok yang paling rentan terhadap kehilangan pekerjaan akibat mesin, lebih daripada diri mereka sendiri,” tulis studi tersebut, dikutip Rabu 20 Agustus 2025.
Di tingkat global, sekitar separuh responden mengaku khawatir pekerjaannya bisa hilang dalam 10 tahun ke depan. Namun, tingkat kecemasan paling tinggi tercatat di Indonesia.
Sebanyak 76 persen responden asal Indonesia menilai pekerjaan mereka berisiko digantikan mesin dalam satu dekade.
Baca Juga: Kasus Korupsi Bansos PKH 2020, KPK Tetapkan 3 Tersangka hingga Cekal Kakak Hary Tanoesoedibjo
Angka ini menempatkan Indonesia sejajar dengan India (75 persen) dan Pakistan (72 persen), tiga negara dengan kekhawatiran tertinggi soal ancaman AI terhadap tenaga kerja.
Artikel Terkait
Gudang Pakaian Impor Ilegal Rp112 Miliar Digerebek di Bandung, Kemendag Pastikan Proses Hukum Berlanjut
Utang BLBI dan Saham BCA, Disuntik Rp87 Triliun, Dijual Rp10 Triliun, Negara Disebut Rugi Rp78 Triliun
Tarif Baja-Aluminium AS Diperluas, dari Suku Cadang Mobil hingga Furnitur Kini Wajib Bayar Bea Tinggi
Sinopsis Hanya Namamu Dalam Doaku, Drama Menyentuh tentang Pejuang ALS dan Ujian Rumah Tangga, Rilis 21 Agustus 2025
KPK Ungkap Kerugian Rp200 Miliar Kasus Korupsi Bansos, Nama Rudy Tanoesoedibjo dan 3 Orang Dicegah ke Luar Negeri
Resmi Gabung Manisa BBSK, Megawati Hangestri Disiapkan Jadi Andalan Promosi Liga Utama Voli Turki