“Indonesia, bersama India dan Pakistan, termasuk kelompok negara dengan tingkat kekhawatiran tertinggi bahwa AI akan menggantikan pekerjaan mereka,” ungkap laporan tersebut.
Sebaliknya, negara-negara maju tampak lebih tenang. Di Jerman, hanya 34 persen responden yang melihat ancaman nyata dari AI, sedangkan mayoritas merasa aman.
Jepang bahkan mencatat tingkat kekhawatiran terendah, dengan hanya 5 persen responden yang yakin pekerjaannya akan tergantikan.
“Jepang menonjol dengan tingkat kepastian terendah terhadap risiko otomatisasi, menunjukkan kepercayaan tinggi pada sistem kerja mereka,” tulis laporan GPO-AI.
Hasil studi ini menunjukkan bahwa kecemasan terhadap AI tidak seragam di seluruh dunia. Faktor ekonomi, budaya kerja, hingga perlindungan tenaga kerja memengaruhi cara tiap negara memandang teknologi.
Bagi Indonesia, temuan ini bisa menjadi peringatan. Alih-alih terjebak dalam ketakutan, tenaga kerja diharapkan mulai mempersiapkan keterampilan baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan era digital.***
Artikel Terkait
Gudang Pakaian Impor Ilegal Rp112 Miliar Digerebek di Bandung, Kemendag Pastikan Proses Hukum Berlanjut
Utang BLBI dan Saham BCA, Disuntik Rp87 Triliun, Dijual Rp10 Triliun, Negara Disebut Rugi Rp78 Triliun
Tarif Baja-Aluminium AS Diperluas, dari Suku Cadang Mobil hingga Furnitur Kini Wajib Bayar Bea Tinggi
Sinopsis Hanya Namamu Dalam Doaku, Drama Menyentuh tentang Pejuang ALS dan Ujian Rumah Tangga, Rilis 21 Agustus 2025
KPK Ungkap Kerugian Rp200 Miliar Kasus Korupsi Bansos, Nama Rudy Tanoesoedibjo dan 3 Orang Dicegah ke Luar Negeri
Resmi Gabung Manisa BBSK, Megawati Hangestri Disiapkan Jadi Andalan Promosi Liga Utama Voli Turki