Studi Global Sebut 76 Persen Warga RI Khawatir Pekerjaan Digantikan AI, Berbanding Terbalik dengan Jepang dan Jerman

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 20 Agustus 2025 | 14:25 WIB
Ilustrasi kecemasan warga RI terhadap perkembangan AI yang dianggap dapat mengambil alih pekerjaan mereka.     (Freepik/jcomp.com)
Ilustrasi kecemasan warga RI terhadap perkembangan AI yang dianggap dapat mengambil alih pekerjaan mereka. (Freepik/jcomp.com)

“Indonesia, bersama India dan Pakistan, termasuk kelompok negara dengan tingkat kekhawatiran tertinggi bahwa AI akan menggantikan pekerjaan mereka,” ungkap laporan tersebut.

Sebaliknya, negara-negara maju tampak lebih tenang. Di Jerman, hanya 34 persen responden yang melihat ancaman nyata dari AI, sedangkan mayoritas merasa aman.

Baca Juga: OJK Cabut Izin Usaha BPR Disky Surya Jaya di Deli Serdang, LPS Putuskan Likuidasi Usai Gagal Penyehatan

Jepang bahkan mencatat tingkat kekhawatiran terendah, dengan hanya 5 persen responden yang yakin pekerjaannya akan tergantikan.

“Jepang menonjol dengan tingkat kepastian terendah terhadap risiko otomatisasi, menunjukkan kepercayaan tinggi pada sistem kerja mereka,” tulis laporan GPO-AI.

Hasil studi ini menunjukkan bahwa kecemasan terhadap AI tidak seragam di seluruh dunia. Faktor ekonomi, budaya kerja, hingga perlindungan tenaga kerja memengaruhi cara tiap negara memandang teknologi.

Bagi Indonesia, temuan ini bisa menjadi peringatan. Alih-alih terjebak dalam ketakutan, tenaga kerja diharapkan mulai mempersiapkan keterampilan baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan era digital.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X