Pertemuan tersebut disebut bersifat informal, namun penting secara simbolik untuk menjaga komunikasi antara kedua pemimpin. Walau tidak diharapkan menghasilkan kesepakatan besar, diskusi itu diyakini dapat membuka peluang kompromi baru — seperti pelonggaran tarif impor, pembelian produk pertanian AS oleh China, atau izin ekspor chip berteknologi tinggi ke Beijing.
Baca Juga: Trump-Netanyahu Umumkan 20 Poin Perdamaian Gaza, Harapan Baru atau Tantangan Baru bagi Palestina?
Pasar Dunia Menyambut Positif
Kabar mencairnya hubungan AS-China disambut baik oleh pasar keuangan global. Bursa saham di Asia dan Amerika Serikat mengalami penguatan tipis setelah laporan perundingan berjalan lancar.
Bagi investor, perkembangan ini menumbuhkan harapan baru bahwa perang dagang AS-China bisa berakhir dengan kesepakatan yang lebih stabil. Dunia kini menunggu hasil pertemuan Trump dan Xi Jinping sebagai penentu arah perekonomian global ke depan.
Apabila dialog tersebut menghasilkan komitmen konkret, maka langkah ini akan menjadi momentum penting dalam meredakan konflik tarif dan memperkuat kembali rantai pasok dunia yang selama ini terguncang akibat perang dagang panjang antara AS dan China.***
Artikel Terkait
AS dan China Sepakat Perpanjang Gencatan Perang Dagang 90 Hari, Tarif Baru Ditangguhkan hingga November 2025
Tarif Impor 39 Persen Trump Bikin Swiss Stop Kirim Emas ke AS, Industri Logam Mulia Dunia Kena Imbas
Hindari Tarif Tinggi AS, Perusahaan China Ramai-ramai Pilih Indonesia dan Picu Lonjakan Harga Lahan Industri
Bitcoin Cetak Rekor Rp1,93 Miliar, Lalu Anjlok Usai Inflasi AS Picu Guncangan di Pasar Kripto
Tarif Baja-Aluminium AS Diperluas, dari Suku Cadang Mobil hingga Furnitur Kini Wajib Bayar Bea Tinggi
FDA Temukan Udang Beku Asal Indonesia di Walmart Diduga Tercemar Cs-137, Produk Masuk Blacklist di AS
Mendag Budi Santoso Tanggapi Dugaan Udang Beku Ekspor RI ke AS Tercemar Radioaktif, FDA Sudah Beri Peringatan
BPS Catat Surplus Neraca Perdagangan RI Rp362,8 Triliun hingga Juli 2025, AS Jadi Mitra Terbesar