Kini, dalam konteks modern, bentuk feodalisme berubah menjadi pola relasi sosial yang timpang — ketika penghormatan berlebihan terhadap status menggantikan semangat profesionalisme dan kesetaraan.
Peringatan Rio Wahyu Prayogo menjadi cerminan bahwa untuk membangun birokrasi yang efisien dan berkeadilan, Indonesia perlu meninggalkan warisan mentalitas feodal yang masih mengakar kuat di berbagai lini pemerintahan dan masyarakat.
Dengan perubahan cara pandang dan pembaruan sistem, nilai feodalisme diharapkan dapat benar-benar terkikis, sehingga pemerintahan Indonesia bergerak lebih cepat, adil, dan responsif terhadap rakyatnya.***
Artikel Terkait
Skandal Jet Mewah Komisioner KPU Kian Panas, DPR RI Siap Bongkar Aliran Anggaran dan Dalih Efisiensi
Pernyataannya Soal Produk Tiruan Tuai Kecaman, Menteri UMKM Maman Abdurrahman Akui Keliru dan Minta Maaf
AHY Bongkar Pertimbangan Berat di Balik Rencana Rute Whoosh Jakarta Surabaya, Sentil Soal Utang dan Pemerataan Wilayah
Dugaan Korupsi di Proyek Whoosh Kian Panas, Mahfud MD Desak KPK Tak Tunggu Laporan, Biaya 3 Kali Lipat dari China
Menkeu Purbaya Sebut Staf KDM Mungkin Ngibul, Data APBD Jabar Rp4,1 Triliun di Bank Klaimnya Sesuai Laporan BI
Polemik Dana APBD Mengendap di Bank, Jabar Bantah Rp4,1 T, DKI Klaim Benar 1000 Persen, Sumut Ikut Menyangkal
Dedi Mulyadi Tantang Menkeu Purbaya Soal Dana APBD Jabar Rp4,17 T di Bank, Benarkah Ada Uang Mengendap?
Dedi Mulyadi Telusuri Dugaan Rp4,1 Triliun APBD Jabar Mengendap, Ungkap Fakta Beda Data Kemenkeu, BI, dan Kemendagri
Menkeu Purbaya Sindir Langkah Pemda Jabar Simpan Dana di Giro, Sebut Malah Lebih Rugi dan Bisa Diperiksa BPK
Menkeu Purbaya Tegaskan Hanya Akui Data BI, Sentil Dana Pemda di Giro Bisa Jadi Sorotan BPK