Desa Sekumur Lenyap Diterjang Banjir Bandang, Investigasi BNPB Ungkap 57 Korban Jiwa

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 9 Desember 2025 | 10:21 WIB
Menyoroti bencana banjir bandang yang menerjang Desa Sekumur di Aceh Tamiang yang tersapu luapan air hingga tersisa bangunan masjid.  (Facebook.comMeldiyaReza)
Menyoroti bencana banjir bandang yang menerjang Desa Sekumur di Aceh Tamiang yang tersapu luapan air hingga tersisa bangunan masjid. (Facebook.comMeldiyaReza)

 

Mediapriangan.com - Bencana Banjir Bandang yang melanda Aceh pada akhir November 2025 mengakibatkan kerusakan parah di sejumlah wilayah, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang.

Salah satu kawasan yang mengalami kehancuran terbesar adalah Desa Sekumur, yang dilaporkan hilang tersapu derasnya air pada puncak Dampak Bencana Besar tersebut.

Berdasarkan laporan resmi BNPB yang dirilis Minggu, 7 Desember 2025, bencana Banjir Bandang itu telah menewaskan 57 orang.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Ungkap Hasil Investigasi Pajak Pengusaha Balpres yang Ramai Protes Larangan Impor Baju Bekas

"57 jiwa meninggal dunia, 23 jiwa hilang, 18 jiwa terluka," demikian tertulis dalam laporan BNPB.

Selain jatuhnya korban jiwa, BNPB juga mencatat setidaknya 2,8 ribu rumah warga rusak berat di wilayah Aceh Tamiang akibat Banjir Bandang. Kerusakan fasilitas umum pun terbilang masif, dengan total 56 fasilitas terdampak.

"(Kerusakan pada) 17 fasilitas kesehatan, 9 gedung atau kantor, dan 1 akses jembatan," tambah BNPB.

Baca Juga: Gubernur Aceh Mualem Minta Mendagri Tindak Tegas Pedagang Nakal di Tengah Banjir

Tragedi tersebut membawa perhatian besar terutama pada situasi di Desa Sekumur, yang menurut laporan lapangan, benar-benar hilang dari permukaan tanah.

Wilayah yang sebelumnya dihuni ratusan keluarga kini hanya menyisakan bangunan masjid yang berdiri seorang diri di tengah hamparan puing dan gelondongan kayu.

Pada Minggu, 7 Desember 2025, warga dan petugas yang mendatangi lokasi mendapati bahwa Desa Sekumur telah tersapu habis oleh arus Banjir Bandang.

Baca Juga: Menkomdigi Tegaskan Sanksi PSE yang Abaikan Batasan Usia Anak dalam Akses Media Sosial

Kayu-kayu besar yang terbawa aliran air menumpuk hingga hampir setinggi atap masjid, yang menjadi satu-satunya bangunan utuh yang tersisa. Tidak terlihat rumah ataupun struktur lainnya selain tumpukan material kayu yang berserakan luas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X