Di tengah meningkatnya perhatian terhadap risiko fiskal dan confidence investor, Chatib Basri tetap memandang prospek ekonomi Indonesia 2026 masih berada dalam jalur yang positif. Menurutnya, pelemahan rupiah saat ini tidak akan membawa Indonesia ke jurang resesi.
Ia menilai pertumbuhan ekonomi pada kisaran 4,5 hingga 5 persen masih tergolong kuat dalam konteks perekonomian global saat ini.
Karena itu, meskipun risiko fiskal dan dinamika nilai tukar rupiah perlu terus diawasi, kondisi ekonomi nasional dinilai masih memiliki fondasi yang cukup kuat untuk menjaga stabilitas pada tahun 2026.***
Artikel Terkait
BGN Kaji MBG Berbasis Kantin Sekolah, Wacana Lama yang Kembali Mencuat di Era Nanik S Deyang
Purbaya Yudhi Sadewa Bantah Isu Mundur dari Menkeu, Sindir Rumor yang Ramai di Media Sosial
41 SPPG Milik Putri Pejabat Sulsel Disorot Usai Kasus Dadan Hindayana, Aktivis Desak Audit Terbuka
Motor Listrik SPPG Rp1 Triliun Jadi Sorotan Usai Kasus Dadan Hindayana, Ribuan Unit Masih di Gudang Bogor
Mahfud MD Ungkit Pengadaan IT Rp1,2 Triliun BGN Usai Dadan Hindayana Terjerat Kasus Korupsi
DPRD Turun Tangan, Rekrutmen Dewas RSUD KHZ Musthafa Akan Dikuliti
Kota Tasikmalaya Krisis Tahu Tempe, Harga Kedelai Melonjak, Pembeli Berburu ke Pasar Cikurubuk Usai Subuh
SPMB Jawa Barat 2026 Masih Panjang, Dedi Mulyadi Minta Orang Tua Tak Panik Soal Sekolah Tujuan