Dalam kesempatan yang sama, Nanik S Deyang lebih memilih menunjuk Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Agustina Arumsari untuk menjelaskan hasil rapat dengan DPR. Bahkan, ia mengumumkan bahwa Arumsari kini ditugaskan sebagai juru bicara lembaga.
“Jadi, tadi dari DPR menyarankan harus ada jubir. Jubir pimpinan kami tunjuk di depan DPR adalah ibu Arumsari, jadi ibu Arumsari yang menjelaskan pertemuan dengan Komisi IX,” kata Nanik.
Baca Juga: Koalisi MBG Watch Datangi Kantor BGN, Desak Audit Program Makan Bergizi Gratis dan Evaluasi Total
Polemik motor listrik BGN sendiri berawal dari pengadaan 21.801 unit kendaraan listrik yang disiapkan untuk mendukung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program MBG. Nilai pengadaan motor listrik tersebut mencapai sekitar Rp1,03 triliun.
Belakangan, proyek tersebut menjadi bagian dari penyelidikan dugaan korupsi yang tengah ditangani aparat penegak hukum. Selain menyoroti proses pengadaan motor listrik, penyidik juga mendalami dugaan penggelembungan harga dan kelayakan vendor yang terlibat dalam proyek tersebut.
Kasus ini semakin menyita perhatian setelah sejumlah mantan pejabat Badan Gizi Nasional ditetapkan sebagai tersangka. Kondisi tersebut membuat polemik motor listrik BGN terus menjadi topik yang mendapat sorotan publik, termasuk saat Nanik S Deyang dimintai tanggapan oleh awak media.***
Artikel Terkait
Nasib Dadan Hindayana Berubah dalam 72 Jam, Pulang Haji, Dicopot dari BGN, Lalu Jadi Tersangka Korupsi
BGN Kaji MBG Berbasis Kantin Sekolah, Wacana Lama yang Kembali Mencuat di Era Nanik S Deyang
Mahfud MD Ungkit Pengadaan IT Rp1,2 Triliun BGN Usai Dadan Hindayana Terjerat Kasus Korupsi
Investor Dapur MBG Tagih Kejelasan Dana Rp218 M, PKS BGN dan Pengelolaan 97 Dapur Jadi Sorotan
Operasional SPPG Berhenti di Sejumlah Daerah, BGN Buka Suara soal Dana Operasional dan Program MBG
Kasus Korupsi BGN Makin Panas, Pengacara Sony Sonjaya Sebut Ada 26 Nama Terkait Izin SPPG