Bahan ini diharapkan membantu pendinginan dan penanganan api di lahan gambut dengan kebutuhan air yang lebih sedikit dibandingkan metode pemadaman biasa.
"Dengan bahan itu, dengan jumlah air yang kecil yang lebih sedikit, dia mampu untuk mendinginkan dan meredakan, mematikan kebakaran di lahan gambut. Nah, itu adalah salah satu upaya di tengah kesulitan air hujan, alami, maupun modifikasi cuaca," tutupnya.
Tito berharap upaya pengendalian yang dilakukan pemerintah bersama pemerintah daerah dan masyarakat dapat membantu meredakan kebakaran hutan dan lahan.
Ketersediaan awan potensial juga diharapkan meningkat agar modifikasi cuaca dapat kembali dilaksanakan secara lebih optimal.***
Artikel Terkait
Kabut Asap Palangka Raya Belum Mereda, Warga Lelah Bersuarа di Tengah Ribuan Hektare Karhutla
Kabut Asap Karhutla Meluas, Pemerintah Belum Tetapkan Status Bencana Nasional, Ini Alasannya
Karhutla Bromo Tewaskan 4 Orang, Petugas dan Karyawan Hotel Terjebak Api saat Berusaha Memadamkan Kebakaran
Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Pemerintah Tebar 1,5 Ton Dry Ice untuk Dongkrak Jarak Pandang
Izin Rudy Mas'ud ke Singapura Disorot Saat Karhutla Kaltim Belum Tuntas, Kemendagri Minta Bukti soal Dugaan Nonton F1
Karhutla Bromo Tewaskan Empat Orang, Asap Pekat dan Angin Berubah Arah Bikin Tim Terjebak