JAKARTA, Mediapriangan.com - Puluhan ribu buruh meninggalkan kawasan Jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 24 September 2026, setelah menyampaikan aspirasi kepada pemerintah dan DPR RI.
Aksi buruh tersebut berakhir tanpa menerobos hingga kawasan Bundaran Hotel Indonesia. Massa memilih kembali bergerak ke arah Simpang Susun Semanggi setelah mengikuti arahan pimpinan aksi.
Sekitar pukul 13.40 WIB, kawasan depan Gedung Plaza UOB menjadi salah satu lokasi utama penyampaian orasi. Sebelumnya, massa telah melakukan pawai panjang dari arah Simpang Susun Semanggi.
Dalam aksi buruh itu, jumlah peserta dilaporkan mencapai sekitar 50.000 orang. Mereka merupakan perwakilan Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia atau KBPBI yang membawa sejumlah persoalan ketenagakerjaan.
Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia atau KSPSI, Andi Gani Nena Wea, kemudian meminta peserta tidak melanjutkan pergerakan menuju Bundaran HI.
"Kita tidak akan menembus ke Bundaran HI. Tidak boleh ada motor mobil tembus HI, kita hargai peraturan," kata Andi Gani dari atas mobil orasi.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah massa mengikuti rangkaian orasi sekitar 40 menit. Andi Gani juga meminta peserta aksi tetap memberikan ruang bagi kendaraan yang melintas.
Menurut dia, massa ingin menunjukkan bahwa aksi dengan jumlah peserta besar tetap dapat berlangsung dengan tertib dan mengikuti aturan yang berlaku.
Baca Juga: Temuan Boraks dalam Menu MBG di Takalar, Guru Sempat Cicipi Sebelum Makanan Dibagikan ke Siswa
"Kita sanggup menembus HI, tapi kami taat aturan dan kami tidak ingin membedakan," beber Andi Gani.
"Kami perlihatkan dengan massa puluhan ribu kami taat aturan dan kembali ke wilayah masing-masing," sambungnya.
Usai orasi, peserta kemudian membubarkan diri secara tertib. Mereka kembali melakukan pawai menuju arah Simpang Susun Semanggi.
Di balik berakhirnya aksi tersebut, terdapat 11 tuntutan buruh yang menjadi materi utama aspirasi KBPBI. Isu yang dibawa tidak hanya berkaitan dengan upah, tetapi juga kepastian kerja, perlindungan pekerja, keselamatan kerja hingga kesiapan menghadapi perubahan teknologi.