Mediapriangan.com - Pemerintah Propinsi (Pemprov) telah mengumumkan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 2023.
Dalam ayat 2 pasal 13, berbunyi “upah minimum provinsi tahun 2023 ditetapkan dan diumumkan paling lambat pada tanggal 28 November 2022”. Dikutip Rabu (30/11/2022).
Kenaikan upah minimum provinsi (UMP) tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 18 Tahun 2022.
Baca Juga: Baznas Beri Layanan Dukungan Psikososial untuk Anak-Anak Penyintas Gempa Cianjur
Adapun nilai kenaikan UMP tersebut, Kemnaker membatasi kenaikan upah 2023 sebesar 10%. Dan mulai berlaku tanggal 1 Januari 2023.
Berikut daftar upah minimum provinsi (UMP) 2023 di 34 Provinsi yang akan berlaku pada 1 januari 2023, dirangkum mediapriangan.com dari berbagai sumber:
1. DKI Jakarta UMP 2022 Rp4.641.854 - UMP 2023 Rp4.901.798, naik 5,6 %
2. Banten UMP 2022 Rp2.501.203 - UMP 2023 Rp2.661.280, naik 6,4 %
3. Jawa Barat UMP 2022 Rp1.841.487 - UMP 2023 Rp1.986.670, naik 7,88 %
4. Jawa Timur UMP 2022 Rp1.891.567 - UMP 2023 sebesar Rp 2.040.244, naik 7,86 %
5. Jawa Tengah UMP 2022 Rp1.812.935 - UMP 2023 Rp1.959.169, naik 8,01 %
6. DI Yogyakarta UMP 2022 Rp1.840.915 - UMP 2023 Rp1.981.782, naik 7,65 %
7. Sumatera Barat UMP 2022 Rp2.512.539 - UMP 2023 Rp2.742.476, naik 9,15 %
Artikel Terkait
Cara Cek Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2022, Rp600.000 Cair Mulai Senin 12 September 2022
Bantuan Subsidi Upah Tahap I Baru Menyentuh 4.593 Pekerja di Kabupaten Tasikmalaya
Pekerja Dengan Penghasilan di Atas Rp3,5 Juta Tetap Dapat Bantuan Subsidi Upah (BSU) Rp600.000, Ini Syaratnya!
Cara Cek Status Penerima BSU Tahap 4, Hingga Dapat Notifikasi Penyaluran. Agar Cair Rp600 Ribu
Dari 9 Juta Penerima Upah di Jawa Barat, Baru 45,7 Persen Dapatkan Jaminan Perlindungan Sosial Ketenagakerjaan