Anggota DPRD Jawa Barat Soroti Peningkatan Usaha Mikro melalui Perda Ekonomi Kreatif di Kabupaten Tasikmalaya

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 5 Mei 2024 | 19:45 WIB
Anggota DPRD Jawa Barat Rita Sari Puspita melaksanakan penyebarluasan Perda No. 15 Tahun 2017 mengenai Penyelenggaraan Ekonomi Kreatif di Kabupaten Tasikmalaya.   (Humas DPRD Jabar)
Anggota DPRD Jawa Barat Rita Sari Puspita melaksanakan penyebarluasan Perda No. 15 Tahun 2017 mengenai Penyelenggaraan Ekonomi Kreatif di Kabupaten Tasikmalaya. (Humas DPRD Jabar)

 

Mediapriangan.com - Kabupaten Tasikmalaya memiliki potensi besar untuk usaha mikro jika semua pihak bersatu dengan komitmen yang kuat, salah satunya melalui inovasi untuk mengubah bahan yang tidak memiliki nilai ekonomi menjadi bernilai tinggi.

Upaya ini disoroti dalam Penyebarluasan Peraturan Daerah oleh Anggota DPRD Jawa Barat Dapil XV (Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya), Rita Sari Puspita, tentang Perda No. 15 Tahun 2017 mengenai Penyelenggaraan Ekonomi Kreatif.

Anggota DPRD Jawa Barat Rita Sari Puspita menyoroti sektor pertanian yang masih belum dimaksimalkan dalam pengelolaannya, terutama potensi buah manggis di Kabupaten Tasikmalaya.

Baca Juga: DPRD Jawa Barat dan DPRD Provinsi Chungcheongnam-do Korea Selatan, Langkah Menuju Kerjasama yang Lebih Erat

Lebih lanjut, Rita mengatakan masyarakat cenderung hanya fokus pada hasil buahnya, padahal masih banyak potensi olahan lain yang bisa dihasilkan dari buah manggis.

"Di Thailand, buah manggis bisa diolah menjadi kudapan kering yang renyah, tanpa mengubah bentuk aslinya," ujar Rita di Bale Panghegar, Kabupaten Tasikmalaya, pada Minggu, 5 Mei 2024.

Dia menegaskan pentingnya mendidik masyarakat atau petani manggis melalui program pelatihan.

Baca Juga: Rapat Paripurna DPRD Jawa Barat, Pembahasan Ranperda dan Pembentukan Pansus untuk Masa Sidang III Tahun 2023 2024

"Peran pemerintah sangat penting dalam mendukung hal ini, terutama dalam menentukan strategi pemasaran yang masih menantang," kata Rita.

Rita menyoroti pola pemasaran yang masih konvensional, sementara ada banyak peluang usaha dari buah manggis yang belum dimanfaatkan.

"Kita perlu dorongan agar pemerintah menyediakan program pelatihan pengolahan manggis menjadi produk bernilai," tambahnya.

Baca Juga: Upaya Optimalisasi Kinerja BUMD Jawa Barat, Kunjungan Komisi III DPRD ke Jakarta untuk Meningkatkan Kontribusi PAD

Rita juga menunjukkan potensi sektor lain, seperti pengolahan kayu di Kawasan Wisata Kampung Naga yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai produk ekonomi, termasuk media tanam jamur merang dari serbuk kayu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X