TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Aktivitas penambangan di Kampung Sukalaksana, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, menuai keluhan warga. Kegiatan tersebut dinilai mengganggu kenyamanan lingkungan dan berpotensi menimbulkan dampak ekologis.
Yoyo (54), salah seorang warga setempat, menyebut aktivitas penambangan galian pasir membawa dampak langsung bagi lingkungan sekitar. Ia menilai lalu lalang kendaraan bertonase berat telah mempercepat kerusakan jalan permukiman warga.
Selain itu, ia menuturkan kebisingan mesin beko yang beroperasi setiap hari turut mengganggu kenyamanan warga di sekitar lokasi penambangan.
Baca Juga: Langkah DPRD Kota Tasikmalaya Respons Aduan Lingkungan, Proyek Lapang Padel Terancam Disegel
"Ya menjadi tidak nyaman, selain bising suara mesin beko, juga bising suara truk yang bolak balik ngangkut pasir. Belum lagi, selain polusi debu, jalan lingkungan juga jadi rusak karena beban berat truk pengangkut pasir, " katanya.
Terkait kondisi tersebut, Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DPRD Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi tambang galian C di Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Bungursari, Senin sore, 26 Januari 2026.
Sidak tersebut kata Kepler dilakukan menyusul banyaknya keluhan warga sekitar terkait adanya aktivitas tambang galian C yang tidak jauh dari pemukiman warga.
Saat sidak, Kepler didampingi oleh pengurus Kecamatan Bungursari serta anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tasikmalaya.
Kepada wartawan, Kepler Sianturi mengatakan, kehadirannya di lokasi tambang merupakan bentuk tanggung jawab moral dan politik sebagai wakil rakyat.
Kepler menegaskan bahwa aspirasi masyarakat harus ditindaklanjuti secara langsung di lapangan, bukan hanya menerima laporan hanya sebatas di atas meja saja.
Baca Juga: Apresiasi Anggota DPRD Kepler Sianturi, DKKT Konsisten Jaga Denyut Seni dan Budaya Kota Tasikmalaya