Mediapriangan.com- Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Arip Rachman berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya membuka keran investasi selebar-lebarnya, untuk mengangkat kemampuan keuangan daerah.
Dia juga mendorong pemerintah daerah menegaskan kembali arah serta kebijakannya untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor-sektor jasa.
"Saya melihat berbagai narasi dan retorika yang dibangun pemerintah daerah tentang pertumbuhan investasi di Kabupaten Tasikmalaya, namun faktanya belum dapat dirasakan apalagi dibanggakan. Maka ini harus ada perubahan besar ke depan," kata Arip Rachman, Jumat, 16 Desember 2022.
Menurutnya, pemerintah daerah dinilai lambat dalam menangkap peluang investasi dengan berbagai alasannya. Sementara di daerah lain sudah berlari memacu pertumbuhan investasi.
Baca Juga: 4 Parpol Baru Lolos Verifikasi Administrasi, Ikut Warnai Pesta Demokrasi Pemilu 2024
Padahal terang dia, Kabupaten Tasikmalaya memiliki segudang potensi yang dapat dioptimalkan melalui tangan-tangan investor yang akan memberikan dampak baik terhadap keuangan daerah maupun bagi masyarakat secara langsung.
Apalagi kata dia, jika jalan tol Cileunyi - Garut - Tasikmalaya (Cigatas) sudah hadir di Tasikmalaya, maka daerah ini akan menjadi bidikan para investor besar untuk berinvestasi.
Namun, peluang tersebut akan lewat begitu saja, jika pemerintah daerah hari ini tidak mempersiapkan diri dengan rencana program serta regulasi yang memudahkan para investor berinvestasi di Tasikmalaya.
"Kami menekankan pemerintah daerah untuk mempertegas kembali rencana detail tata ruang (RDTR), mana lahan untuk industri, pertokoan, ruang-ruang publik, dan banyak lagi. Setelah itu undang para investor datang ke Tasikmalaya dan tanya apa yang dapat mereka kerjakan di Tasikmalaya," tutur Arip.
Baca Juga: Paling Inovatif, Kabupaten Tasikmalaya Raih Penghargaan Konvergensi Penurunan Stunting
Dia menyebutkan, kehadiran jalan tol Cigatas nanti, sangat dimungkinkan akan mendorong para pengusaha besar membuka pabrik-pabrik di wilayah Tasikmalaya khususnya di wilayah kabupaten.
Hal itu cukup beralasan, karena angka upah minimum di Tasikmalaya, jauh lebih rendah dibanding Bandung atau kota-kota industri lainnya.
"Maka sudah menjadi rumus, jika para pengusaha nanti akan membuka garapan industrinya di Tasikmalaya. Ini kan jadi peluang bagi pemerintah daerah untuk mendongkrak pendapatan," ujar Arip.
Di samping itu juga sambung dia, kehadiran industri di Tasikmalaya akan membuka kesempatan pekerjaan bagi warga masyarakat Tasikmalaya.
Artikel Terkait
Fenomena Kekerasan Terhadap Anak Di Jawa Barat Jadi Sorotan, Ini Kata Arif Rachman Anggota DPRD Provinsi Jabar
Terkait Kemiskinan Di Tasikmalaya, DPRD Prov Jabar Dorong Kebijakan Strategis Pemkot Melalui Pj Wali Kota
Sikapi Tantangan Kebangsaan Terkait Etika Kehidupan Berbangsa, DPRD Prov Jabar Pertegas 4 Pilar Kebangsaan
DPRD Prov Jabar Dorong Optimalisasi Pengelolaan Parkir Kabupaten Tasikmalaya