Sementara itu, Secretary of Power Division of Bangladesh, Farzana Mamtaz, menyebut Indonesia sebagai mitra penting dalam memperkuat sektor energi di negaranya.
"Permintaan energi kami terus meningkat, yang membutuhkan inovasi dalam negeri dan kemitraan internasional yang lebih kuat. Dalam konteks ini, Indonesia berdiri sebagai mitra, negara yang kaya akan sumber daya energi dan keahlian teknologi, serta sahabat terpercaya di Asia," ungkap Mamtaz.
Bangladesh sendiri telah mengadopsi Renewable Energy Policy 2025 dengan target 20 persen energi terbarukan pada 2030 dan 30 persen pada 2040.
Sejumlah proyek, mulai dari PLTS atap hingga angin pesisir, tengah digarap. Menurut Mamtaz, pengalaman Indonesia akan menjadi nilai tambah dalam mempercepat pencapaian target tersebut.***
Artikel Terkait
AS dan China Sepakat Perpanjang Gencatan Perang Dagang 90 Hari, Tarif Baru Ditangguhkan hingga November 2025
Goh Cheng Liang, Pendiri Wuthelam dan Pemilik Mayoritas Nippon Paint Meninggal Dunia di Usia 98 Tahun
Drama di Penjara: Eks Presiden Korsel Yoon Suk-yeol Tolak Diperiksa Jaksa, Berbaring di Lantai Hanya Pakai Singlet
Tarif Impor 39 Persen Trump Bikin Swiss Stop Kirim Emas ke AS, Industri Logam Mulia Dunia Kena Imbas
Bitcoin Cetak Rekor Rp1,93 Miliar, Lalu Anjlok Usai Inflasi AS Picu Guncangan di Pasar Kripto
Qatar Ikuti Jejak China dan Turki Blokir Roblox, Mendikdasmen RI Pernah Larang Anak Main Game Ini
Tarif Baja-Aluminium AS Diperluas, dari Suku Cadang Mobil hingga Furnitur Kini Wajib Bayar Bea Tinggi
Studi Global Sebut 76 Persen Warga RI Khawatir Pekerjaan Digantikan AI, Berbanding Terbalik dengan Jepang dan Jerman
FDA Temukan Udang Beku Asal Indonesia di Walmart Diduga Tercemar Cs-137, Produk Masuk Blacklist di AS
WEF 2025 Ungkap 41 Persen Perusahaan Akan Lakukan PHK Massal Hingga 2030, AI Jadi Pemicu Utama