Ia menegaskan bahwa diplomasi Timur Tengah harus tetap menjadi prioritas utama dalam menyelesaikan konflik Timur Tengah yang melibatkan berbagai kekuatan regional maupun global.
"Dalam hal ini, Indonesia berpandangan upaya-upaya untuk menyelesaikan konflik perlu tetap dilakukan secara damai dan melalui jalur diplomasi, tapi juga mengedepankan aspek keberimbangan dan inklusivitas," tutup dia.
Dalam proses pengambilan keputusan di Dewan Keamanan PBB, Resolusi 2817 DK PBB disetujui oleh 13 dari 15 anggota. Dua negara, yakni China dan Rusia, memilih abstain dalam pemungutan suara tersebut.
Di tingkat Majelis Umum PBB, resolusi itu juga memperoleh dukungan hampir 140 negara anggota.
Namun Indonesia tidak tercantum sebagai Indonesia co-sponsor, karena pemerintah menilai pendekatan diplomasi Timur Tengah tetap menjadi langkah paling efektif untuk meredakan konflik Timur Tengah secara berkelanjutan.***
Artikel Terkait
Harga Telur Melonjak di Kota Tasikmalaya, Warga Berburu Telur Pecah di Pasar Cikurubuk Jelang Lebaran
Novel Baswedan Soroti Kasus Andrie Yunus, Sebut Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Diduga Terencana
Teror Air Keras ke Andrie Yunus, Polisi Usut Kasus Aktivis KontraS di Jakarta
Kompensasi Pengemudi Angkutan Tradisional Rp1,4 Juta Disalurkan di Jawa Barat, Dedi Mulyadi Jelaskan Skemanya
Terima Kompensasi Rp1,4 Juta, Penarik Becak di Cirebon Siap Patuhi Arahan Gubernur Jawa Barat Saat Mudik
Anggota DPRD Jawa Barat Hadiri Silaturahim Kader Pelopor di Ciamis, Didi Sukardi Tekankan Peran Kader PKS