Satu Dekade Program Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan, Tembus 14 Juta Peserta, Masih Banyak PR Menanti!

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 4 Agustus 2025 | 22:01 WIB
Satu dekade Program Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan, sudah menjangkau 14 juta peserta, namun tantangan perluasan masih terus dihadapi.  ( BPJS Ketenagakerjaan)
Satu dekade Program Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan, sudah menjangkau 14 juta peserta, namun tantangan perluasan masih terus dihadapi. ( BPJS Ketenagakerjaan)

Mediapriangan.com - Tahun 2025 menjadi tonggak sejarah penting bagi Program Jaminan Pensiun (JP) yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan, tepat satu dekade sejak diluncurkan pada 1 Juli 2015 oleh Presiden Joko Widodo.

Seiring waktu, Program Jaminan Pensiun telah menjelma menjadi salah satu fondasi penting dalam sistem jaminan sosial nasional.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Pramudya Iriawan Buntoro, mengungkapkan bahwa selama 10 tahun berjalan, Program Jaminan Pensiun telah berhasil menjangkau 14 juta peserta.

Baca Juga: Lindungi Pekerja Kreatif, BPJS Ketenagakerjaan dan Kemenparekraf Kolaborasi Dorong Jaminan Sosial hingga Daerah

Namun, masih ada tantangan besar karena belum seluruh peserta Jaminan Hari Tua tergabung dalam program Jaminan Pensiun.

"Program hari tua ada dua program, Jaminan Pensiun dan Jaminan Hari Tua. Jaminan Hari Tua itu [pesertanya] 19 juta, Jaminan Pensiun 14 juta. Belum semua peserta program Jaminan Hari Tua menjadi peserta Jaminan Pensiun. Ini jadi salah satu catatan yang perlu kita carikan solusinya," ungkap Pramudya dalam Seminar Satu Dasawarsa Program JP BPJS Ketenagakerjaan, Kamis, 24 Juli 2025.

Dari sisi manfaat, dalam satu dekade terakhir, program ini telah menyalurkan pensiun berkala kepada lebih dari 180.000 penerima manfaat.

Baca Juga: Arip Rachman Dorong Perusahaan dan Pekerja Non-Upah Ikut BPJS, Perda Ketenagakerjaan Jabar Disosialisasikan!

Sebagian lainnya menerima manfaat dalam bentuk lumpsum karena tidak memenuhi syarat untuk menerima manfaat secara berkala.

"Sekarang kebanyakan penerima manfaat pensiun survivor, janda, duda, anak dan orang tua," imbuhnya.

Lebih lanjut, Pramudya menegaskan bahwa program Jaminan Pensiun telah menjadi salah satu pilar penting dalam membangun sistem jaminan sosial yang menyeluruh di Indonesia.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Sabet Gold Award di ARA 2025, Bukti Laporan Transparan dan Tata Kelola Berstandar Internasional

Transformasi yang dilakukan dalam aspek kelembagaan, layanan, hingga pertumbuhan jumlah peserta, menjadi bukti kemajuan pesat BPJS Ketenagakerjaan.

Yang menarik, pada awal peluncuran program di tahun 2015, BPJS Ketenagakerjaan hanya menargetkan sekitar 600.000 peserta hingga akhir tahun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X