Seskab Teddy Buka Data Diplomasi Prabowo, Jawab Kritik Kunker Luar Negeri dengan Deretan Hasil Nyata

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 2 Juni 2026 | 14:55 WIB
Seskab Teddy menjawab kritik kunker luar negeri Prabowo. Ia menegaskan diplomasi Prabowo menghasilkan manfaat nyata bagi RI. (Dok. Seskab RI)
Seskab Teddy menjawab kritik kunker luar negeri Prabowo. Ia menegaskan diplomasi Prabowo menghasilkan manfaat nyata bagi RI. (Dok. Seskab RI)

Salah satu isu yang disoroti dalam kritik terkait kunker luar negeri adalah penggunaan anggaran negara. Menjawab hal tersebut, Seskab Teddy kembali menegaskan bahwa biaya tambahan yang muncul di luar anggaran resmi tidak dibebankan kepada negara.

Baca Juga: Ada Dua Tanggal Merah, Cek Jadwal Libur Nasional Juni 2026 dan Simak Tips Atur Agenda Liburan di Sini

"Jadi yang pertama masalah biaya bila keluar negeri. Ini sudah dijelaskan beberapa kali, jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara," terang Teddy.

"Itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," tambahnya.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa jumlah personel yang ikut dalam rombongan kunker luar negeri saat ini jauh lebih sedikit dibandingkan periode pemerintahan sebelumnya.

"Kalau dulu itu itu sekali keluar negeri bisa lebih dari dari 120 orang, zaman Pak Dino seperti itu," kata Teddy.

"Nah, zaman Pak Prabowo jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal," bebernya.

Baca Juga: Sorotan Menguat di Teluk Buli, Desakan Audit PT FHT Mencuat Usai Dugaan Pencemaran Kali Kukuba

Lebih jauh, Seskab Teddy menilai diplomasi Prabowo tidak sekadar agenda seremonial atau pencitraan. Menurutnya, kondisi global yang penuh ketidakpastian menuntut Indonesia memperkuat hubungan dengan berbagai negara sejak dini, bukan hanya ketika menghadapi krisis.

"Kita tidak bisa hanya mengandalkan saat krisis baru kita minta bantuan. Tidak. Kita harus panen hubungan yang baik," tegas Teddy.

"Lalu bila suatu saat ada kondisi mendesak, kita bisa minta bantuan. dan begitu pula sebaliknya," sambungnya.

Dalam pemaparannya, Seskab Teddy menyebut diplomasi Prabowo telah menghasilkan sejumlah capaian yang dapat diukur secara konkret. Ia mencontohkan keberlanjutan kerja sama melalui BRICS, stabilitas pasokan energi dan pangan, hingga terbukanya peluang ekonomi baru bagi Indonesia.

Baca Juga: Boon Pring Jadi Titik Awal Indonesia Culture Festival, ICCN Bangun Ekosistem Budaya Lewat Jejaring Kota Kreatif

Menurutnya, salah satu indikator paling jelas dari diplomasi Prabowo adalah meningkatnya investasi masuk RI. Ia mengungkapkan bahwa realisasi investasi selama satu setengah tahun terakhir mencapai angka yang signifikan.

"Total investasi yang masuk dalam 1,5 tahun ini adalah sekitar Rp2.430 triliun, itu data dari BKPM," sebut Teddy.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X