Langkah tersebut dilakukan setelah Ombudsman menyampaikan temuan terkait dugaan penggunaan fasilitas khusus di kawasan Lapas Cibinong. Ombudsman sebelumnya menyebut tim menemukan lebih dari 10 bangunan hunian serta sejumlah fasilitas yang dinilai tidak lazim berada di kawasan lapas.
Sebelum Agus Andrianto turun langsung memeriksa lokasi, Ombudsman telah membeberkan kronologi saat menemukan dugaan kamar mewah tersebut.
Anggota Ombudsman RI Fikri Yasin mengatakan tim sempat bertemu dengan seseorang yang berada di salah satu hunian. Orang tersebut, menurut Fikri, mengaku sebagai warga binaan.
Baca Juga: Kabupaten Tasikmalaya Raih TPID Award 2026, Dua Tahun Beruntun Jadi Terbaik Jawa-Bali
Situasi berubah ketika tim hendak menggali informasi lebih lanjut. Penghuni tersebut disebut langsung berlari masuk ke kamar dan mengunci pintu.
"Jadi, (rumah) yang ada salibnya itu kita masuk, nah dia mau ngobrol sama kita. Kita tanya, bapak siapa? Dia warga binaan," kata Fikri dalam konferensi pers di Jakarta, pada Kamis, 24 September 2026.
"Nah, mau kita kejar. Begitu dia kejar, ada petugasnya lebih ramai. Kita langsung ditarik. Nah, dia itu kaget. Lompat ke dalam (kamar), dikunci," tambahnya.
Keterangan tersebut menjadi salah satu bagian yang kini ikut didalami setelah temuan Ombudsman mencuat ke publik. Ombudsman sebelumnya menyatakan tim mereka sempat mengalami hambatan ketika hendak masuk ke area tertentu di Lapas Cibinong.
Dalam sidak tersebut, Ombudsman menemukan sejumlah bangunan di area sekitar Lapas Cibinong yang tampak berbeda dari hunian warga binaan pada umumnya.
Di salah satu bangunan, tim menemukan ruang tamu, kamar tidur, televisi, kulkas, meja makan dan sejumlah perlengkapan rumah tangga. Ombudsman menyebut bangunan tersebut menyerupai hunian seperti apartemen atau rumah tinggal.
Temuan kamar mewah itu kemudian memunculkan pertanyaan mengenai siapa yang sebenarnya menggunakan fasilitas tersebut dan atas dasar apa bangunan tersebut dapat ditempati.
Ombudsman juga menyatakan belum dapat memastikan identitas seluruh penghuni yang dikaitkan dengan kawasan tersebut. Nama sejumlah warga binaan sempat beredar di publik, tetapi Ombudsman menegaskan pihaknya tidak memiliki dokumen yang dapat memastikan siapa saja yang menempati hunian tersebut.***
Artikel Terkait
Lapas Cibinong Bikin Geger, Ombudsman RI Temukan Kamar Sultan Diduga Disewakan hingga Pungli Rp150 Ribu
Temuan Boraks dalam Menu MBG di Takalar, Guru Sempat Cicipi Sebelum Makanan Dibagikan ke Siswa
Sidak Ombudsman di Lapas Cibinong Bongkar Dugaan Kamar Napi Tajir, Ada TV, Kulkas hingga 2 Jalur Rahasia
Aksi 50.000 Buruh di Thamrin Berakhir Tertib, Andi Gani: Kami Sanggup Tembus HI, tapi Taat Aturan
Bansos Beras 30 Kg Cair September 2026, Cek Penerima dan 5 Penyebab Bantuan Belum Diterima
Ciamis Borong 2 Penghargaan dalam Sehari, Herdiat Bawa Pulang Prestasi Digitalisasi dan Pelayanan Adminduk