Banyak pesantren, katanya, kini mengembangkan kurikulum terpadu yang menggabungkan ilmu agama dengan pengetahuan umum, teknologi, hingga kewirausahaan.
“Pesantren bukan lembaga yang eksklusif atau tertinggal. Justru pesantren kini menjadi institusi yang dinamis, responsif terhadap perubahan sosial, dan siap menghadapi tantangan zaman,” tegas Didi.
Menurut Didi, sinergi antara nilai-nilai luhur dan semangat pembaruan menjadikan pesantren sebagai laboratorium sosial dan spiritual bagi lahirnya generasi yang berkarakter kuat, berdaya saing, serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
“Melalui pendidikan berbasis nilai, disiplin, dan kemandirian, pesantren berpotensi besar menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada kesejahteraan dan keadaban,” ungkap Didi.
Di akhir kunjungannya, Didi menekankan pentingnya menjaga relevansi pesantren di tengah arus globalisasi dan disrupsi teknologi.
“Pesantren tetap menjadi benteng moral dan sumber inspirasi dalam membangun peradaban yang berkeadilan dan berkeadaban,” tutupnya.***
Artikel Terkait
DPRD Jabar Dorong Efisiensi Anggaran, Komisi II Pastikan Program Tetap Berjalan Optimal di Tengah Penyesuaian APBD
Sekretariat DPRD Jabar Terima Konsultasi DPRD Majalengka Soal Implementasi Inpres 1/2025 tentang Efisiensi Anggaran
Anggota DPRD Jabar H. Arip Rachman Sosialisasikan Perda Penyelenggaraan Kesejahteraan Lansia di Kabupaten Tasikmalaya
Anggota DPRD Jabar Arip Rachman Soroti Pengawasan Hak Pekerja, Ajak Keluarga Terlibat dalam Perlindungan Pekerja!
Anggota DPRD Jabar H. Arip Rachman Sosialisasikan Perda Perlindungan Tenaga Kerja di Kabupaten Tasikmalaya
Anggota DPRD Jabar Didi Sukardi Sampaikan Dukungan Penuh untuk TNI di di HUT ke 80, Begini Harapannya