Tangkal Hoaks dan Politik Uang, Pendidikan Demokrasi Perkuat Literasi Politik Pelajar SMK

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Minggu, 25 Januari 2026 | 21:18 WIB
Pendidikan demokrasi di SMK Islam Paniis Tasikmalaya membekali pelajar literasi politik untuk menangkal hoaks, disampaikan DPRD Jabar Arip Rachman, Sabtu (24/1/2026). (Dok. DFK)
Pendidikan demokrasi di SMK Islam Paniis Tasikmalaya membekali pelajar literasi politik untuk menangkal hoaks, disampaikan DPRD Jabar Arip Rachman, Sabtu (24/1/2026). (Dok. DFK)

 

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Tantangan demokrasi di era digital menuntut generasi muda memiliki literasi politik yang kuat.

Pendidikan demokrasi bagi pelajar SMK menjadi langkah strategis untuk membentengi siswa dari pengaruh hoaks, ujaran kebencian, serta praktik politik uang.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan pendidikan demokrasi yang dilaksanakan di SMK Islam Paniis, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (24/1/2026), dengan narasumber Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Arip Rachman, SE, MM.

Baca Juga: Pendidikan Demokrasi di SMK Islam Paniis, DPRD Jawa Barat Bekali Pemilih Pemula Lebih Cerdas

Arip menilai, pendidikan demokrasi tidak hanya membahas teknis pemilu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai toleransi, keadilan, serta etika dalam berpolitik.

Menurutnya, pelajar SMK perlu dilatih berpikir kritis agar tidak mudah terprovokasi informasi menyesatkan di media sosial.

“Demokrasi yang sehat lahir dari warga negara yang cerdas dan beretika. Pelajar harus mampu memilah informasi dan tidak mudah terpengaruh isu yang memecah belah,” katanya.

Baca Juga: PDIP Kota Tasikmalaya Targetkan Delapan Kursi di DPRD tahun 2029

Ia juga menyebut sekolah sebagai ruang awal pembelajaran demokrasi melalui praktik sederhana, seperti musyawarah dan pemilihan ketua OSIS, yang dapat membentuk sikap tanggung jawab dan partisipasi aktif.

Salah seorang peserta, Ridwan, berharap pemerintah lebih serius dalam menangkal penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di ruang digital.

Sementara itu, Herman, peserta lainnya, mengaku kegiatan tersebut membuka wawasannya tentang pentingnya peran pemilih pemula dalam menjaga kualitas demokrasi.

Baca Juga: Dedi Wahyudi Terpilih Pimpin PAC PDIP Mangkubumi Kota Tasikmalaya, Muscab Tetapkan Pengurus 2026-2031

Melalui pendidikan demokrasi yang berkelanjutan, pelajar SMK diharapkan tumbuh menjadi generasi yang sadar hak dan kewajibannya, aktif berpartisipasi, serta mampu memperkuat demokrasi Indonesia di masa depan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X