Pendidikan Demokrasi di SMK Islam Paniis, DPRD Jawa Barat Bekali Pemilih Pemula Lebih Cerdas

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Minggu, 25 Januari 2026 | 21:10 WIB
Pendidikan politik di SMK Islam Paniis Tasikmalaya memperkuat demokrasi pemilih pemula bersama Anggota DPRD Jawa Barat  Fraksi PDI Perjuangan, Arip Rachman, Sabtu (24/1/2026). (Dok. DFK)
Pendidikan politik di SMK Islam Paniis Tasikmalaya memperkuat demokrasi pemilih pemula bersama Anggota DPRD Jawa Barat  Fraksi PDI Perjuangan, Arip Rachman, Sabtu (24/1/2026). (Dok. DFK)

 

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Pendidikan demokrasi bagi generasi muda terus diperkuat sebagai bagian dari upaya mencetak pemilih pemula yang cerdas dan bertanggung jawab.

Salah satunya melalui kegiatan pendidikan politik yang digelar di SMK Islam Paniis, Desa Mandalagiri, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (24/1/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Arip Rachman, SE, MM, yang memberikan pemahaman dasar tentang demokrasi, hak pilih, serta peran strategis pemilih muda dalam menentukan arah pembangunan bangsa.

Baca Juga: Pengawasan DPRD Jabar, Arip Rachman Dorong Perbaikan Infrastruktur Demi Warga Sukarame

Menurut Arip, pelajar SMA dan SMK yang akan memasuki usia pemilih pemula perlu dibekali wawasan politik sejak dini agar mampu menentukan pilihan secara rasional dan tidak mudah terpengaruh kepentingan sesaat.

“Setiap warga negara memiliki hak pilih. Hak itu harus digunakan secara bijak, bukan karena tekanan, apalagi iming-iming materi,” ujar Arip.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut tidak bertujuan mengarahkan peserta ke partai atau figur tertentu.

Baca Juga: Langkah DPRD Kota Tasikmalaya Respons Aduan Lingkungan, Proyek Lapang Padel Terancam Disegel

Materi yang disampaikan murni edukatif, mencakup pemahaman tentang sistem politik, mekanisme pemilu, serta pentingnya memilih berdasarkan gagasan dan rekam jejak calon pemimpin.

Suasana kegiatan berlangsung dinamis dan interaktif. Para siswa aktif berdiskusi dan menyampaikan pandangan mereka terkait demokrasi dan tantangan politik di masa depan.

Arip berharap, pendidikan demokrasi ini dapat membentuk generasi muda yang memiliki kesadaran politik, beretika dalam berdemokrasi, serta mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X