Empati Dinilai Menjadi Bagian dari Pelayanan Kesehatan
Pesan yang disampaikan dr Gia memperlihatkan bahwa profesi tenaga kesehatan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan klinis, tetapi juga menjaga sikap ketika berinteraksi dengan pasien BPJS maupun masyarakat.
Di era media sosial, setiap pernyataan yang disampaikan tenaga kesehatan dapat dengan cepat menyebar dan memengaruhi kepercayaan publik terhadap profesi tersebut.
Karena itu, dr Gia mengajak seluruh nakes untuk menjadikan jas putih sebagai pengingat agar tetap mampu mengendalikan emosi, menjaga profesionalisme, dan mengedepankan empati dalam setiap pelayanan kesehatan.***
Artikel Terkait
Sri Mulyani: Pemerintah Tanggung Iuran BPJS Kesehatan 146,4 Juta Jiwa di 2026 dengan Anggaran Fantastis Rp69 Triliun
Pemerintah Siapkan Penghapusan Tunggakan BPJS Kesehatan Puluhan Triliun, Cak Imin Janjikan Akses Gratis Lagi
Wacana Pemutihan Tunggakan BPJS Kesehatan, Antara Solusi Kemanusiaan dan Tanggung Jawab Peserta
BPJS Kesehatan Kelas 3 Tak Bisa Digunakan, Warga Tasikmalaya Mengadu ke Anggota DPRD Jabar
RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya Masih Terima Keluhan Pasien BPJS Kesehatan, Ini Penjelasannya
Menkeu Purbaya Tegaskan Dana Rp20 Triliun untuk BPJS Kesehatan Bukan Tutup Tunggakan, Iuran Aman hingga 2026
Cak Imin Pastikan Pemutihan Tunggakan BPJS Kesehatan Berlaku Akhir 2025, Peserta Diminta Siap Registrasi Ulang
Dedi Mulyadi Turun Tangan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat Ambil Alih Iuran BPJS Kesehatan Warga Sakit Kronis
Biaya Kesehatan Disebut Mahal, Dirut BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti Luruskan Salah Paham Publik
BPJS Kesehatan Terapkan Value-Based Healthcare, Bidik Layanan Jantung hingga Tekan Angka Operasi Caesar