Baca Juga: OTT KPK di Imigrasi Jakarta Barat, Dugaan Korupsi Pengurusan KITAP-KITAS WNA Seret Belasan Orang
"Pak Sony tahu siapa orang ini. Artinya dengan pengaruh menggerakkan aja Pak Sony tahu siapa orang ini gitu. Sudah masuk unsurnya," tambah Krisna.
Di sisi lain, kasus korupsi BGN yang berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menyoroti persoalan izin SPPG. Penyidik juga mendalami dugaan penyimpangan dalam penunjukan mitra penyelenggara program yang disebut tidak memenuhi syarat sebagaimana ketentuan yang berlaku.
Kejaksaan Agung sebelumnya mengungkap bahwa sejumlah SPPG diduga memperoleh penunjukan karena memiliki kedekatan atau afiliasi dengan petinggi Badan Gizi Nasional.
Padahal, lembaga atau yayasan yang terlibat seharusnya memenuhi sejumlah persyaratan untuk menjadi mitra resmi Program Makan Bergizi Gratis.
Selain persoalan izin SPPG, penyidik juga menyoroti dugaan mark up dalam pengadaan barang yang dikaitkan dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Dugaan tersebut menjadi salah satu dasar penyelidikan dalam kasus korupsi BGN yang saat ini masih terus berkembang.
Sejumlah pengadaan yang dipersoalkan antara lain 21.801 unit motor listrik senilai Rp1,03 triliun, 32.000 pasang sepatu, 31.994 unit tablet, dan 5.400 unit televisi berukuran 75 inci.
Pengadaan tersebut diduga tidak berkaitan langsung dengan kebutuhan utama operasional Program Makan Bergizi Gratis.
Hingga kini, penyidik masih terus mendalami berbagai keterangan dan barang bukti dalam kasus korupsi BGN.
Klaim mengenai 26 nama terkait serta komunikasi yang disebut tersimpan dalam perangkat milik Sony Sonjaya juga menjadi bagian dari materi yang berpotensi didalami lebih lanjut dalam proses hukum yang sedang berjalan.***